Ganja Hidroponik di Surabaya, Pohon Terbesar Usia 3 Bulan

CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2020 11:38 WIB
Polisi menyebut tersangka D menanam ganja hidroponik di rumahnya, Surabaya, untuk konsumsi sendiri. Pohon ganja hidroponik terbesar berusia 3 bulan. Ilustrasi ganja. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Jawa Timur menggerebek sebuah rumah di Lidah Kulon Surabaya, tempat penanaman ganja dengan cara hidroponik dan menangkap satu tersangka berinisial D.

Hidroponik adalah teknik menanam dengan memanfaatkan air dan nutrisi buatan tanpa menggunakan tanah. Direktur Resnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Cornelis M Simanjuntak menyampaikan tersangka menanam 27 pohon ganja dengan cara hidroponik sejak Desember 2019.

"Pohon ganja yang paling besar berusia tiga bulan, sedangkan yang paling kecil masih berusia dua minggu," kata Cornelis, Rabu (4/3).


Dari pengakuan tersangka, kata dia, ganja ditanam dengan cara diletakkan di medium tanam dilapisi kapas dan diberi air. Tanaman dibiarkan hingga keluar seperti kecambah, kemudian dipindahkan ke pot lebih kecil.

"Ganja akan ditaruh ke pot kecil sampai mempunyai tinggi 25 sentimeter. Nanti akan dipindahkan ke pot yang lebih besar sampai tingginya 40 sentimeter," ungkapnya.

Ganja dengan tinggi 40 sentimeter itu kemudian dipindahkan ke pot lebih besar, diletakkan di luar agar terkena sinar matahari yang cukup di belakang rumahnya.

Tersangka D, lanjut dia, mengaku memperoleh bibit ketika membeli daun ganja dari salah seorang narapidana di lembaga pemasyarakatan (lapas).

[Gambas:Video CNN]
"Sementara hasil penanaman ganja ini dikonsumsi sendiri oleh tersangka. Yang dari pohon setinggi 40 sentimeter sudah dua kali dikonsumsi," ujarnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di sela penggerebekan di Surabaya, mengatakan polisi masih mendalami kasus penanaman ganja secara hidroponik ini.

"Polda Jatim mengungkap rumah penanaman ganja melalui cara hidroponik. Ganja ini asal dari Sumatera dan kami masih mendalami kasusnya," ujar Trunoyudo.


(Antara/wis)