Sempat Batuk, Satu ABK Diamond Princess Diperiksa Ulang
CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2020 15:23 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru bicara pemerintah terkait virus corona covid-19, Achmad Yurianto menyatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan ulang satu Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess yang akan diobservasi pencegahan virus corona di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.
Dari 69 ABK yang akan diobservasi, satu di antaranya sempat mengeluh batuk dalam perjalanan di KRI Soeharso menuju Pulau Sebaru Kecil.
"Satu orang di Diamond Princess cukup bagus. Sekarang tidak demam. Tapi kami minta sampel diulang, diambil lagi untuk diperiksa ulang," ujar Achmad saat memberikan keterangan di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (5/3).
Menurut Achmad, pengambilan sampel ini perlu dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ABK tersebut. Penanganan serupa juga dilakukan pada ABK Diamond Princess yang sempat positif virus corona. ABK itu, kata dia, bakal pulang setelah dinyatakan sembuh dan menjalani pemeriksaan dua kali.
"Jadi satu ABK yang sudah sembuh itu pulang karena sudah dua kali periksa dan hasilnya negatif," katanya.
Pemerintah diketahui bakal mengobservasi 69 ABK Diamond Princess negatif corona ke Pulau Sebaru Kecil. Sementara 9 orang lainnya masih dirawat oleh otoritas Jepang. Empat di antaranya telah dinyatakan sembuh dan akan segera dipulangkan ke Indonesia.
Dalam perjalanan 69 ABK itu, satu di antaranya mengeluh batuk. Untuk itu, tim di KRI Soeharso memeriksa ulang sampel dari ABK tersebut.
Pada akhirnya, satu ABK itu tetap di KRI Soeharso, sementara 68 lainnya turun di Pulau Sebaru Kecil, Rabu (4/3).
[Gambas:Video CNN] (psp/osc)
Dari 69 ABK yang akan diobservasi, satu di antaranya sempat mengeluh batuk dalam perjalanan di KRI Soeharso menuju Pulau Sebaru Kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi satu ABK yang sudah sembuh itu pulang karena sudah dua kali periksa dan hasilnya negatif," katanya.
Dalam perjalanan 69 ABK itu, satu di antaranya mengeluh batuk. Untuk itu, tim di KRI Soeharso memeriksa ulang sampel dari ABK tersebut.
Pada akhirnya, satu ABK itu tetap di KRI Soeharso, sementara 68 lainnya turun di Pulau Sebaru Kecil, Rabu (4/3).
[Gambas:Video CNN] (psp/osc)