Fadli soal Kepala Badan Otorita Ibu Kota: Jokowi Sayang Ahok

CNN Indonesia | Kamis, 05/03/2020 15:13 WIB
Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengatakan saat ini penanganan situasi ekonomi karena imbas corona lebih penting ketimbang pemindahan ibu kota. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyindir langkah Presiden Joko Widodo mengumumkan Basuki Tjahaja Purnama menjadi salah satu calon Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru.

Menurut Fadli, langkah itu sangat tidak tepat. Sebab masih banyak permasalahan di Indonesia, seperti wabah virus corona (Covid-19), dibanding mengurusi pemindahan ibu kota.

Selain itu, mantan Wakil Ketua DPR ini menilai langkah Jokowi itu bukti ia masih percaya dan sayang pada Ahok. 


"Luar biasa P @jokowi ini memang percaya n sayang pd Ahok. Dlm situasi ekonomi kacau n virus corona, ibukota baru bukanlah prioritas. Sama sekali bukan prioritas," tulis Fadli dalam akum Twitter resmi @fadlizon seperti dikutip CNNIndonesia.com pada Kamis (5/3).

Fadli berharap, soal ibu kota baru sebaiknya diserahkan pada Presiden yang terpilih pada Pilpres 2024 mendatang.



"Sekarang tunaikan janji2 kampanye 2019 yg begitu banyak," imbuhnya.

Fadli yakin Presiden selanjutnya akan melanjutkan program Jokowi tersebut.

[Gambas:Video CNN]

"Dalam 'ramalan' saya, Presiden baru terpilih 2024 akan umumkan soal kelanjutan ibu kota baru belum menjadi prioritas. Membangun ekonomi rakyat itulah prioritas," lanjut Fadli dalam cuitannya.
Fadli soal Kepala Badan Otorita Ibu Kota: Jokowi Sayang AhokBasuki Tjahaja Purnama atau Ahok jadi salah satu kandidat Kepala Badan Otorita Ibu Kota Baru. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)

Dalam periode keduanya, Jokowi menyatakan ambisi untuk memindahkan ibu kota dari DKI Jakarta ke Penajam Paser, Kalimantan Timur. Pemindahan rencananya akan dimulai bertahap pada 2024.

Sejumlah nama disebut bakal menjadi pimpinan dalam proyek pemindahan ibu kota itu. Presiden Joko Widodo menyebut empat nama, salah satunya mantan Gubernur DKI Jakarta, Ahok.

"Untuk badan otorita ibu kota negara memang kami akan segera tanda tangan peraturan presiden, di mana nanti ada CEO-nya (pemimpin). Kandidatnya ada, namanya banyak. Satu, pak Bambrodj (Bambang Brodjonegoro). Dua, pak Ahok. tiga, pak Tumiyono. Empat, pak Azwar Anas," ujar Jokowi di Istana Negara, Senin (2/3).
(dhf/sur)