Resah KKB, 1.572 Warga Mengungsi dari Tembagapura

CNN Indonesia | Senin, 09/03/2020 15:49 WIB
Gelombang pengungsian warga dari Tembagapura terjadi sejak Jumat pekan lalu, dan kemungkinan terus bertambah jika kondisi keamanan belum kondusif. Warga sipil menaiki bus saat evakuasi di perkampungan Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, 6 Maret 2020. (ANTARA FOTO/Sevianto Pakiding)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lebih dari seribu warga saat ini dievakuasi dari berbagai kampung di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua sejak aksi penembakan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Seperti dilansir Antara, data terakhir sudah 1. 572 orang dievakuasi ke Timika -- Ibu Kota Kabupaten Mimika -- sejak Jumat (6/3). Dan, kemungkinan makin jumlahnya akan bertambah.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw usai bertemu pengungsi asal Tembagapura di Timika menegaskan aparat akan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan keamanan masyarakat.

"Kami akan tindak tegas KKB yang sering kali mengganggu ketenangan dan kenyamanan masyarakat, " kata Paulus usai bertemu pengungsi asal Tembagapura di Timika, Papua, Senin (9/3) pagi.

Hingga saat ini ribuan warga dari berbagai kampung di Tembagapura yang mengungsi di Timika akan tinggal di rumah sanak keluarga mereka


Salah satunya yang mengungsi adalah ratusan warga dari kampung Kimbeli dan sekitarnya di Tembagapura. Pada Minggu lalu, Septinus Magal, salah satu warga Kimbeli, mengatakan situasi dan kondisi keamanan di kampungnya kini sudah tidak kondusif lagi.

Sejak kedatangan KKB beberapa hari lalu, katanya, barang maupun bahan kebutuhan pokok diambil secara paksa dari rumah-rumah warga setempat oleh anggota kelompok separatis bersenjata itu.

"Kami di kampung sudah tidak aman, jadi kami kasih tinggal kampung untuk keselamatan nyawa kami. Selain itu bahan makanan kami juga sudah tidak ada, sehingga kami akan ke Timika untuk tinggal di rumah keluarga," ujar Septinus.

Septinus serta 240 warga kampung itu pun merapat ke kantor SLD PT Freeport Indonesia di Tembagapura kemarin. Mereka dijemput bus yang membawa mereka ke Timika pada Minggu petang. Dia mengatakan rata-rata warga yang minta dievakuasi ke Timika itu hanya membawa pakaian seadanya. Sementara barang-barang lain, termasuk hewan ternak (babi) ditinggal begitu saja.

"Nyawa lebih penting, hewan (babi) itu milik dunia, kami kasih tinggal dan itu sudah pasti akan diambil oleh mereka (KKB), biar Tuhan yang menghukum mereka," tutur Septinus.

[Gambas:Video CNN]
Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan bagi pengungsi yang memiliki sanak keluarga di Timika, Pemda akan membantu mengantarkannya.

Untuk sementara mereka tinggal bersama keluarga yang ada di Timika. Bila situasi situasi sudah aman, ia mengatakan warga akan difasilitasi kembali untuk pulang ke kampung halamannya.

"Bagi warga yang belum memiliki e-KTP, silakan mengurusnya agar bila kembali sudah memiliki kartu Identitas diri," kata Rettob.

Gelombang evakuasi warga dan sekitarnya ke Timika terjadi sejak Jumat (6/3) petang, kemudian berlanjut pada Sabtu (7/3) dini hari, dan hingga Minggu malam.

(Antara/kid)