Polda Papua Tepis Klaim OPM Tembak Mati Dua Aparat di Nduga

CNN Indonesia | Kamis, 27/02/2020 17:15 WIB
Polda Papua Tepis Klaim OPM Tembak Mati Dua Aparat di Nduga Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Siswowidodo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Papua mengakui satu personel Brimob terluka dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Nduga, Papua, Rabu (26/2), namun insiden tersebut tak menimbulkan korban tewas dari pihak TNI dan Polri. 

Pernyataan itu sekaligus membantah klaim Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menyebut telah menembak mati dua aparat TNI dan Polri dalam kontak senjata di Keneyam, Nduga, kemarin.

"Anggota kami Brimob terkena tembakan di bahu sebelah kanan. Kemudian ada dua warga masyarakat terkena tembakan, itu dari KKB," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (27/2).


Seorang anggota Brimob yang terluka telah diterbangkan ke Jakarta usai mendapat perawatan di Timika.

Selain itu, dua orang lain diduga anggota KKB yang juga terluka dalam baku tembak kemarin, menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Nduga.

Mustofa menyebut dua warga sipil korban tembakan itu diduga anggota KKB yang dipimpin Egianus Kogeya.

"Satu laki-laki, satu perempuan. Sudah dievakuasi oleh rekan-rekan dan masyarakat, dan dirawat di rumah sakit di Nduga," tambahnya.

Sebelumnya, juru bicara TPNPB Sebby Sambom dalam keterangan kepada CNNIndonesia.com mengklaim pasukan TPNPB berhasil menembak tiga aparat dari TNI dan Polri dalam kontak senjata di Kaneyam, kemarin.

Pasukan TPNPB dalam baku tembak tersebut dipimpin Komandan Operasi Pemne Kogeya.

Sebby menyebut dua dari tiga prajurit TNI-Polri itu tewas. Seorang lagi mengalami luka tembak di bagian paha. Selain itu, Sebby mengklaim dua warga sipil tewas ditembak pasukan Indonesia. 

[Gambas:Video CNN]
Polda Papua dalam keterangan resmi menyebut kontak senjata di Kaneyam berawal dari serangan KKB terhadap pos penjagaan TNI.

Tembakan dari KKB kemudian dibalas prajurit TNI yang berjaga dibantu aparat kepolisian. Baku tembak berlangsung sekitar 20 menit.

Kapolda Papua Irjen Pol Waterpauw menuturkan kontak tembak kemarin membuktikan kelompok bersenjata masih ada di wilayah tersebut. Atas situasi itu, aparat keamanan tidak mungkin ditarik dari Nduga.

"Jangan politisasi keberadaan TNI-Polri di Nduga karena yang menjadi korban juga aparat keamanan," ujar Waterpauw. (mjo/wis)