"Beberapa kendala dalam tracing adalah sering kali pasien yang sudah jelas positif tidak mampu mengingat dengan baik dalam 14 hari terakhir ketemu siapa, di mana. Ini yang menjadi tantangan kami," ujar Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).
Kesulitan proses pelacakan ini juga dihadapi dalam mencari orang-orang yang pernah kontak dengan pasien positif corona kasus 27.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang paling penting bagaimana memberdayakan masyarakat di sekitar dan memberi edukasi semaksimal mungkin agar mereka merespons ini dengan sikap hati-hati tetapi tdiak panik," katanya.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan jumlah pasien positif corona bertambah 8 orang. Sehingga jumlahnya menjadi 27 dari semula 19 orang.
Salah satu pasien yakni kasus 27, belum diketahui sumber penularannya. Yurianto menduga pasien tertular dari transmisi lokal karena tak termasuk dalam imported case maupun pasien positif sebelumnya.
Yurianto menyebut penyakit yang mendahului itu adalah diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita. (psp/osc)