Presiden PKS Bertemu SBY Malam Ini di Cikeas

CNN Indonesia | Kamis, 12/03/2020 10:22 WIB
Presiden PKS Bertemu SBY Malam Ini di Cikeas Presiden PKS Sohibul Iman. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman dan sejumlah elite partai berencana mengunjungi Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor pada Kamis (12/3) pukul 19.00 WIB.

Sekretaris Jenderal PKS, Mustafa Kamal menyampaikan PKS hendak bertukar pikiran dengan Presiden keenam RI itu. PKS mengaku ingin meminta pandangan SBY sebagai negarawan terkait isu-isu terkini.

"Berbagai isu kebangsaan akan dibawa dalam perbincangan dengan SBY di antaranya Jiwasraya, Omnibus Law, Pilkada 2020, RUU Pemilu dan sederet persoalan bangsa hari ini," kata Mustafa Kamal kepada wartawan, Kamis (12/3).


Mustafa menyampaikan saat ini pihaknya sedang gencar melakukan safari silaturahim kebangsaan. PKS, kata dia, berniat memperjuangkan semangat kebangsaan.
Mereka memulai hal itu dari merajut kembali komunikasi dengan berbagai partai politik. Termasuk dengan SBY dan Demokrat, rekan koalisi mereka pada 2004 hingga 2014.

"Kami ingin mencari titik temu untuk membangun kerja sama. Apalagi dengan Pak SBY kami pernah bekerja sama dalam pemerintahan beliau dua periode," ucapnya.

Lawatan ke Demokrat menjadi pertemuan politik keempat yang dijalin PKS usai periode baru pemerintahan. Sebelumnya, PKS telah menemui Partai Nasdem, Partai Berkarya, dan Partai Golkar.

[Gambas:Video CNN]

Pertemuan paling anyar adalah saat Presiden PKS Sohibul Iman mengunjungi Ketua Umum Partai Golkar di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Selasa (25/2) malam. Saat itu mereka membahas dua RUU Omnibus yang diusung Presiden RI Joko Widodo.

Sohibul memberi beberapa catatan kritis. Salah satunya, ia mengingatkan agar pembahasan RUU Cipta Kerja dan Perpajakan ini juga memenuhi rasa keadilan. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan mendapat rasa keadilan.

"Sehingga nanti konten Omnibus Law benar-benar bisa menjamin keadilan bagi seluruh stakeholder," kata Sohibul. (dhf/ain)