Ragukan Keris Diponegoro, Tantangan Debat Fadli Zon Disambut

CNN Indonesia | Jumat, 13/03/2020 07:51 WIB
Ragukan Keris Diponegoro, Tantangan Debat Fadli Zon Disambut Lukisan karya Srihardi Soedarsono tentang Diponegoro. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Fadli Zon menantang debat terbuka sejarawan Bonnie Triyana soal kesahihan Keris Kiai Nogo Siluman milik Pangeran Diponegoro. Keris itu baru saja dikembalikan Raja dan Ratu Belanda, Raja Willem Alexander dan Ratu Maxima ke Presiden Joko Widodo. 

Namun Fadli Zon menyatakan keris tersebut bukan Nogo Siluman. 

Ajakan debat itu berawal dari cuitan Fadli soal hasil riset tim yang pergi ke Belanda mengenai keaslian keris


Bonnie diketahui salah satu anggota tim yang dibawa Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid ke Belanda untuk memastikan kecocokan keris itu sebelum dipulangkan ke Indonesia.

"Hasil risetnya salah bro @BonnieTriyana. Kalau mau lebih jelas segera buat debat publik soal Keris Naga Siluman Diponegoro ini agar tak menyesatkan sejarah," cuit Fadli, Kamis (12/3).

"Saya yakin itu bukan Kyai Naga Siluman Diponegoro. Tim riset harus tanggung jawab hasil riset dong, kan riset pakai uang negara," lanjut dia.

Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu pun sempat mempertanyakan kenapa tidak melibatkan ahli keris untuk meneliti lebih lanjut pusaka peninggalan Pangeran Diponegoro.

Menurut Bonnie, yang juga Pemimpin Redaksi Majalah Historia, ia dan kawan-kawan yang dikirim ke Belanda bukanlah tim riset. Riset, menurut dia, sudah dilakukan para peneliti Museum Volkenkunde di Leiden, Belanda.

Meskipun demikian, dalam tim yang dipimpin Hilmar itu terdapat juga sejarawan UGM Sri Margana yang bertugas mencocokkan hasil riset dengan objek yang diteliti.


Fadli Zon Ragu Keris Diponegoro, Tantangan Debat DisambutPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima penyerahan simbolis keris Pangeran Diponegoro dari Raja dan Ratu Belanda di Istana Kepresidenan Bogor, 10 Maret 2020. (CNNIndonesia/Priska)(CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Atas dasar perdebatan yang semakin melebar, Fadli pun mengajak Bonnie untuk membuat debat publik yang disiarkan di televisi.


Ia juga meminta agar debat itu dihadiri Sri Margana dan sejarawan Peter Carey. Peter Carey diketahui memang salah satu fokusnya adalah penelitian sejarah tentang Diponegoro.

Gayung bersambut, Bonnie menerima ajakan tersebut. Bonnie pun mafhum ketika masalah keris Diponegoro itu menjadi perdebatan.

"Mungkin @MuseumNasional mau menerima usulan Mpu @fadlizon utk menyelenggarakan diskusi soal keris Pangeran Diponegoro. Kabarnya dlm waktu dekat koleksi Pangeran Diponegoro kan akan dipamerkan di MNI. Sekalian aja acaranya di situ," kata Bonnie.

Kepada CNNIndonesia.com, Bonnie mengatakan ada sisi positif dari perdebatan mengenai kesahihan keris tersebut untuk masyarakat.

"Sisi baiknya, orang jadi punya perhatian lagi sama sejarah dan kebudayaan, ngomongin keris itu apa, enggak masalah toh. Ini lah sejarah publik, sejarah yang dibicarakan publik, diperdebatkan. Itu bagus," kata Bonnie saat dihubungi, Kamis (12/3).

Bonnie mengatakan perdebatan soal keris itu saat ini hanyalah pada tipe dan nama saja, bukan fakta sejarah apakah keris itu milik Pangeran Diponegoro atau bukan.

"Jadi perdebatan karena apa yang datang itu ciri-cirinya bukan seperti Nogo Siluman. [Karena ada yang bilang] Nogo Siluman bentuknya enggak begitu," tuturnya.

Bonnie juga membantah tudingan Fadli yang menyebut jika penelitian yang dilakukan Bonnie dkk menggunakan uang negara. Dia menegaskan penelitian itu dibiayai pihak Museum Volkenkunde, Belanda.

"Fadli Zon itu keliru juga, (bilang) meneliti pakai uang negara. Enggak ada. Meneliti itu dari Volkenkunde, dibiayai sama mereka," jelas dia.

Bonnie mengatakan perdebatan yang mengarah kepada pembuktian keris itu harus berujung pada riset ilmiah sebagai ajang pembuktiannya. Ia pun melontarkan kicauan mengenai tantangan debat itu lewat akun twitter pribadinya.


Terpisah, Peter Carey mengatakan kepada CNNIndonesia.com bahwa sampai dengan saat ini pusaka yang diserahkan Raja dan Ratu Belanda kepada Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) itu memang belum bisa dibuktikan Keris Kiai Nogo Siluman.

Menurut dia, keterangan Fadli yang menyebut senjata itu bukan Keris Kiai Nogo Siluman bisa saja benar. Pasalnya, Fadli merupakan sosok yang juga dikenal sebagai pemerhati keris.

"Yang saya duga bahwa adalah Fadli Zon yang tahu seluk beluk keris itu benar, itu Keris Nogo Rojo, tapi mau tidak mau (keris) itu sudah diberi alamat Nogo Siluman," kata Peter.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Sri Margana mengatakan perdebatan mengenai keris Pangeran Diponegoro itu seharusnya tidak sebatas di ranah media sosial. Untuk membuktikan apakah itu Keris Kiai Nogo Siluman atau bukan juga harus melalui pendekatan ilmiah.

"Yang merasa tahu, yang merasa ahli keris, itu diminta membuat kajian juga," kata Margana kepada CNNIndonesia.com

Sebelumnya, keris yang memiliki ornamen kepala naga itu diserahkan secara simbolis oleh Raja dan Ratu Belanda, raja Willem Alexander dan Ratu Maxima, kepada Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (10/3).

(dmi/kid)