"Tidak ada (lockdown). Sudah dibilangi apa yang dilakukan itu preventif, pencegahan. Misalnya membersihkan lingkungan dalam beribadah, jaga imunitas tubuh," ujar Terawan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (13/3).
"Sekarang jaga imunitas tubuh kita termasuk para wartawan, kalau panic attack itu yang paling menghancurkan imunitas kita, jangan sampai paranoid, takut semua menurunkan imunitas kita, dan itu berbahaya," katanya.
Foto: CNN Indonesia/Fajrian |
Menurut Terawan, sejumlah negara saat ini juga mulai menjaga psikologis warganya agar dapat meningkatkan imunitas. "Negara yang mulai bangkit adalah membangun imunitas psikologis kita, teman-teman negara lain mulai optimistis sehingga imunitasnya naik," ucap Terawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, pengunjung masuk hanya boleh dari Bandara Soekarno-Hatta, dan keluarnya juga hanya boleh dari Soetta. Dengan begini, kita bisa sangat fokus dalam melakukan pemeriksaan," kata Sahroni dalam keterangannya, Kamis (12/3).
"Bisa saja kasus di situ naik dengan cepat. Pengalaman kapal Diamond Princess begitu lockdown, naik dengan cepat jumlahnya [positif Covid-19] karena enggak bisa kemana-mana, yang sakit dan enggak sakit campur jadi satu," katanya. (psp/ain)
Foto: CNN Indonesia/Fajrian