Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Prof Masdar Hilmy telah menerbitkan edaran kepada mahasiswa dan jajarannya, berisi pengalihan kegiatan belajar mengajar menjadi sistem daring dan penugasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mengganti sementara sistem perkuliahan dari tatap muka menjadi daring, pihak kampus juga menunda seluruh kegiatan dosen maupun mahasiswa yang akan ke luar negeri dan daerah lain.
"Pekan depan sudah mulai UTS kemudian UTS-nya melalui online. Kan gampang lebih mudah selama UTS itu. Kalau itu menurut saya sudah biasa ya dan mereka sudah siap lah," kata Rektor Unair Prof Mohammad Nasih.
Kendati demikian, Nasih tetap mempersilakan mahasiswanya beraktivitas di kampus. Namun kegiatan di kelas ditiadakan sementara, demi menghindari kerumunan massa.
"Online intinya juga tidak menutup kemungkinan memilih ke kampus, artinya ke kampus orang gak kumpul satu kelas seperti itu. Bisa di gazebo mana jadi kan enak itu yang kita lakukan," kata dia.
Pengecualian untuk mahasiswa dari fakultas tertentu. Salah satunya Fakultas Kedokteran. Nasih bilang mahasiswa Fakultas Kedokteran tak mungkin melaksanakan UTS di rumah masing-masing. Solusinya, UTS tetap digelar di kampus, namun dengan pembatasan jumlah peserta UTS.
[Gambas:Video CNN]
"Kita batasi tidak lebih dari sekian orang untuk kumpul-kumpulnya," kata dia.
Nasih juga meniadakan kegiatan-kegiatan yang mengundang tamu dari luar negeri, atau kunjungan pihak kampus ke daerah lain sebagai langkah antisipasi.
Kebijakan ini akan diterapkan selama dua pekan ke depan, dan dimungkinkan akan diperpanjang hingga waktu yang belum ditentukan. (frd/wis)