Tito mengaku sudah berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenai hal itu dan akan membuat peraturan untuk menunjangnya.
"Pertama tentang APBD, dengan fokus meningkatkan kapasitas di bidang kesehatan untuk pengendalian corona desease, negara dapat melakukan revisi APBD," ujarnya saat konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, yang ditayangkan secara live, Senin (16/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Revisi APBD untuk meningkatkan fasilitas dan kapasitas rumah sakit supaya sesuai standar penanganan Covid-19, juga untuk melakukan kampanye pencegahan," jelasnya.
Tito juga memaparkan upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan daya tahan ekonomi di tingkat desa. Ia menekankan pada pembagian dana desa dan bantuan sosial (bansos) bagi warga kurang mampu.
"Meningkatkan daya tahan ekonomi terutama membantu masyarakat yang rentan, melalui bantuan sosial dan program dana desa," ucapnya.
"Baik dalam bentuk kebijakan maupun bantuan, sehingga perusahaan tetap bisa berjalan dan bisa menggerakkan roda ekonomi di daerah masing-masing," jelasnya.
Tito lalu mendesak pemerintah di tingkat desa untuk segera menyelesaikan syarat-syarat pencairan dana desa. Pasalnya perekonomian di desa dapat memberikan kontribusi untuk perekonomian nasional yang terimbas virus corona.
"Secepat mungkin perangkat desa menyelesaikan semua syarat pencairan dana desa, untuk membantu kontribusi perekonomian nasional,
Tito mengatakan baru 40persen dari 60persen dana desa yang telah teralokasikan pada termin pertama.
"Hingga awal Maret, kita mendapatkan data baru 40persen yang ditransfer untuk dana desa, artinya ada 60persen yang belum ditransfer," ujarnya.
Ia menjelaskan, keterlambatan pencairan dana desa ke tiap daerah akibat pemerintah desa belum menyiapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), ditambah belum adanya review di tingkat kecamatan.
Tito juga mengimbau pejabat di tingkat kecamatan segera memproses dana desa jika APBDes sudah rampung. Dengan begitu, pihaknya bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera mengirimkan dana desa tersebut.
"Di tingkat kecamatan dan kelurahan supaya dibantu prosesnya, jangan dipersulit," katanya.
Sejauh ini, pemerintah pusat mengumumkan ada 134 orang yang positif terjangkit virus corona. Ada 8 orang dinyatakan sembuh dan 5 di antaranya meninggal dunia.
(mln/bmw)