PBNU Imbau Tunda Kegiatan Tablig Akbar Selama Wabah Corona

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 14:47 WIB
Pengurus Besar Nahdhatul Ulama mengimbau warga NU menunda kegiatan atau menghadiri acara yang mengumpulkan banyak orang untuk mencegah penyebaran corona. Pengurus Besar Nahdhatul Ulama mengimbau warga NU menunda kegiatan atau menghadiri acara yang mengumpulkan banyak orang untuk mencegah penyebaran corona. (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) Marsudi Suhud mengimbau kepada seluruh warga NU untuk menunda menggelar acara atau menghadiri kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, seperti tablig akbar guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

"Ya intinya kaya gitu [menunda menggelar tablig akbar]. Intinya [menghindari] kumpul-kumpul orang lah intinya," kata Marsudi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (17/3).

Marsudi mengaku tak mempersoalkan substansi acara keagamaan seperti tablig akbar maupun majelis taklim. Meski demikian, ia mengimbau acara yang mengumpulkan massa dihindari sementara waktu agar penularan virus corona tak semakin masif di Indonesia.

Bahkan, kata Marsudi, PBNU memutuskan untuk menunda kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (18/3)


"Intinya kan dikumpul-kumpulnya orang itu. Bukan di munas dan tabligh akbarnya," ujarnya.

Acara tablig akbar yang digelar di Masjid Sri Petaling Malaysia dan diikuti oleh 10 ribu peserta dari berbagai negara, termasuk 696 warga negara Indonesia (WNI) berujung persoalan. Sebab, terdapat 12 orang diketahui terpapar virus corona usai menghadiri acara tablig akbar tersebut.

Boleh Tak Jumatan di Masjid

Selain itu, Marsudi juga menyatakan masyarakat boleh untuk tak melakukan ibadah Salat Jumat di masjid dan menggantinya dengan Salat Zuhur di tengah merebaknya wabah corona saat ini.

Menurutnya, imbauan serupa sudah dikeluarkan oleh Imam Besar Masjid Al-Azhar Mesir, Syeikh Ahmed Al-Tayeb yang melarang warga Mesir untuk tak melakukan Salat Jumat sementara waktu.

"Nah yang semacam gini kita harus ikuti anjuran pemerintah. Kemarin Presiden Jokowi menganjurkan untuk peribadatan bisa dilakukan di rumah," kata Marsudi.

[Gambas:Video CNN]


Marsudi menyatakan ada lima kriteria yang diperbolehkan untuk tak melaksanakan salat Jumat menurut ajaran Islam. Di antaranya karena hujan, sedang sakit, hamba yang sedang merawat orang sakit, hamba yang sedang menunggu orang koma atau menjelang ajal dan terakhir karena takut.

"Mungkin takut penyakit, takut wabah, itu termasuk boleh tak melakukan Salat Jumat di masjid," ujaarnya.

Sampai Senin (16/3), pemerintah menyebut pasien positif corona di Indonesia mencapai 134 orang. Dari total itu 8 orang dinyatakan sembuh dan 5 orang meninggal dunia. Bahkan, tiga pasien yang diidentifikasi kasus 01, 02, dan 03 sudah diperbolehkan untuk pulang. (fra/gil)