PSI Minta Anies Cek Massal Corona di Jakarta

CNN Indonesia | Selasa, 17/03/2020 15:13 WIB
PSI Minta Anies Cek Massal Corona di Jakarta PSI minta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pengecekan massal terkait corona terhadap seluruh warga ibu kota (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di DPRD DKI Jakarta, Idris Ahmad meminta Pemerintah Provinsi DKI untuk melakukan pengecekan massal virus corona (Covid-19) massal terhadap warga ibu kota. Tujuannya guna menekan laju penyebaran Covid-19.

"Kami minta Pemprov DKI harus segera mengembangkan tes virus corona secara massal. Minimal bisa menyediakan tes untuk 5.000 orang per hari, bahkan kalau bisa 10.000 tes per hari," kata Idris dalam keterangan tertulisnya, Selasa(17/3).

Idris menganggap itu perlu dilakukan sejak Kementerian Kesehatan menunjuk Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta sebagai tempat rujukan pengecekan. Tercantum dalam Keputusan Menkes No. HK.01.07/MENKES/182/2020 yang ditandatangani Terawan Agus Putranto, 16 Maret 2020.


Idris menjelaskan bahwa tes serupa juga sudah pernah dilakukan Vietnam saat mengatasi virus corona. Menurut dia, DKI memiliki anggaran yang cukup untuk mengadakan kegiatan tersebut.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah tak lupa menyertai petugas kesehatan dengan alat yang lengkap.

"DKI memiliki anggaran yang besar, oleh karena itu selayaknya bisa menangani wabah corona secara mandiri ditambah lagi sudah diberikannya kewenangan jejaring Kemenkes," jelas dia.

"Pastikan logistik terkait pemeriksaan seperti Virus Transport Medium (VTM) hingga Alat Pelindung Diri untuk tenaga medis selalu tersedia," lanjut Idris.
[Gambas:Video CNN]
Berdasarkan situs corona.jakarta.go.id, terdapat 835 berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 356 pasien dalam pengawasan (PDP) di ibu kota. Sementara itu, ada 134 kasus positif secara nasional.

Menurut Idris, angka tersebut bisa jadi tidak menggambarkan kondisi yang sesungguhnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan massal.

"Masalah terbesar saat ini adalah kita tidak bisa mengetahui secara pasti berapa banyak warga yang terkena corona dan bagaimana penyebarannya. Jangan-jangan angkanya kecil karena jumlah tes yang dilakukan juga tidak banyak," ucap Idris.

Terakhir ia mewanti-wanti DKI untuk selalu siaga mengingat Jakarta merupakan ibu kota negara. Banyak pula pantauan dari PSI warga yang kesusahan untuk melakukan tes Corona.

"Jika tidak tersedia tes dalam jumlah yang cukup, dikhawatirkan nanti tiba-tiba meledak banyak orang sakit dan pemerintah tidak mampu menangani," tutup dia.
Selain Laboratorium Kesehatan Daerah DKI Jakarta, ada beberapa laboratorium yang telah ditunjuk pemerintah sebagai rujukan pengecekan virus corona, yaitu sebagai berikut.

1. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Jakarta untuk wilayah kerja Maluku, Maluku Utara, Sumbar, Sumut, dan Aceh
2. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang untuk wilayah kerja Bengkulu, Babel, Sumsel, Jambi, dan Lampung
3. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar untuk wilayah kerja Gorontalo, Sulut, Sulbar, Sulteng, Sulsel, dan Sultra
4. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya untuk wilayah kerja Kalsel, Kalteng, Kaltara, dan Kaltim
5. Balai Besar Laboratorium Kesehatan Papua untuk wilayah kerja Papua dan Papua Barat
6. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Jakarta untuk wilayah kerja Riau, Kepri, Jabar, Kalbar, dan Banten
7. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit Surabaya untuk wilayah kerja Bali, Jatim, NTT, dan NTB
8. Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit DI Yogyakarta untuk wilayah kerja DI Yogyakarta dan Jateng
9. Labkesda DKI Jakarta untuk wilayah kerja DKI Jakarta
10. Lembaga Biologi Molekuler Eikman untuk wilayah kerja DKI Jakarta
11. Fakultas Kedokteran UI untuk wilayah kerja RSUP Cipto Mangunkusuomo dan RS UI
12. Fakultas Kedokteran Univ Airlangga untuk wilayah kerja RSUD Dr Soetomo dan RS Univ Airlangga.
(ctr/bmw)