Handoko, Dokter 80 Tahun Ikut Perang Lawan Corona

CNN Indonesia | Rabu, 18/03/2020 06:19 WIB
Dokter Handoko Gunawan masih bekerja hingga pukul 03.00 WIB menangani virus corona meski usianya sudah tak lagi muda. Ilustrasi dokter (pixabay/valelopardo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sosok Dokter Handoko Gunawan mendadak viral di media sosial Facebook. Dokter berusia 80 tahun itu disebut sebagai salah satu tenaga medis di Jakarta yang ikut membantu dalam menangani wabah virus corona (Covid-19).

Cerita soal sosok Handoko diunggah oleh pemilik akun Noviana Kusumawardhani di laman Facebook pribadinya. Ia mengunggah foto Handoko yang mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berwarna putih dan memakai masker.

Dalam unggahannya, Noviana meminta doa dari netizen untuk keselamatan dan kesehatan Handoko. Unggahan Noviana sampai saat ini sudah disukai lebih dari 8.500 kali dan dibagikan lebih dari 5.600 kali.


"Saat ini beliau terus kerja sampai jam 3 pagi. Anak-anaknya udah saranin jangan ikut terjun karena sudah tua, tapi katanya kalau dia mati juga enggak apa-apa," tulis Noviana, Selasa (17/3).

CNNIndonesia.com sudah mencoba mengkonfirmasi unggahan tersebut. Namun, sampai berita ini ditulis, belum ada respons dari Noviana terkait unggahannya yang viral.

Kendati begitu, keaslian cerita soal Handoko yang viral itu dibenarkan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Agus Dwi Susanto. Saat ini, Handoko turut membantu menangani virus corona di Rumah Sakit Graha Kedoya, yang merupakan rumah sakit non-rujukan pemerintah.

"Semua dokter (spesialis) paru, meskipun di rumah sakit non-rujukan, kalau ada (pasien) Covid-19 pasti menangani," kata Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (17/3).
[Gambas:Video CNN]
Menurut Agus, sampai saat ini Handoko juga masih dalam kondisi sehat. Handoko diketahui merupakan lulusan kedokteran umum dan spesialis dari Universitas Indonesia. Ia juga diketahui praktik di Rumah Sakit Grha Kedoya dan Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk.

Dihubungi terpisah, Juru bicara pemerintah RI untuk kasus corona Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah juga tak bisa melarang kehendak Handoko turut menangani kasus corona.

"Enggak ada masalah, kalau dokter, dokter yang asli. Ini kan profesi, sepanjang dia masih punya sertifikat menjalani profesinya enggak ada masalah, kan enggak ada batasan jadi dokter sampai umur sekian," ujar Yurianto saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Yuri mengaku mengenal sosok Handoko. Menurut dia, Handoko merupakan salah satu dokter senior di bidang spesialisasi paru.

"Dia sudah tahu risikonya, udah senior banget. Saya yang harus belajar sama dia," jelasnya.

(dmr/bmw)