"Jadi rencana mereka akan membatalkan kegiatan itu. Ini kesepakatan dengan panitia karena kan program pemerintah dalam rangka pencegahan penularan virus corona. Mereka mengerti itu," kata Pangdam Hasanuddin, Mayjen TNI Andi Simangaruka kepada CNNIndonesia.com, Rabu (18/3).
Andi mengatakan, ribuan jamaah yang sudah hadir akan dipulangkan ke daerah atau tempat masing-masing. Mengingat juga banyak peserta yang berasal dari luar negeri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok pagi mereka kembali ke masing-masing tempat mereka. Kita menyiapkan kendaraan dari lokasi ke pelabuhan atau bandara. Karena tentu ada yang pulang melalui jalur darat, udara, maupun laut. Kita siapkan," kata Andi.
Acara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Gowa mendapat sorotan karena digelar di tengah Indonesia waspada wabah virus corona. Sampai hari ini, telah ada 227 kasus positif corona di Indonesia. Paling banyak terjadi di Jakarta. Dari jumlah tersebut, 19 orang meninggal dunia dan 11 orang sembuh dari Covid-19.
Sebelum di Indonesia, Penyelenggara Ijtima Dunia 2020 Zona Asia sudah mengadakan acara serupa di Sri Petaling, Malaysia, 28 Februari-1 Maret lalu. Dalam Tabligh Akbar tersebut, sedikitnya 696 warga negara Indonesia (WNI) menjadi peserta.
Setelah acara di Sri Petaling, Pemerintah Malaysia mengumumkan ada 117 kasus baru positif corona, 80 di antaranya terkait klaster Tabligh Akbar Sri Petaling. (osc/osc)