TNI Pastikan Wisma Atlet Siap Tampung Pasien Corona

CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 12:58 WIB
Berdasarkan hasil survei sarana dan prasarana, TNI memastikan Wisma Atlet sudah siap menampung pasien Corona. Wisma Atlet dipastikan siap digunakan sebagai lokasi isolasi pasien Corona. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono menyebut Wisma Atlet sudah siap digunakan untuk menampung pasien Covid-19.

Hal itu didasarkan survei yang telah dilakukan stafnya di lokasi bekas penginapan atlet Asian Games 2019 itu, Kamis (19/3).

"Perwira staf dipimpin kepala staf Kogabwilhan sudah survei wisma atlet untuk mengecek sarana dan prasarana," kata Yudo melalui pesan singkat, Jumat (20/3).


"Iya [secara umum] siap, nanti tinggal kita susun Satgas Pendamping, Yonkes (batalyon kesehatan), dan tenaga medis kemenkes, Satgas pendukung dan Satgas Pengamanan," dia menambahkan.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Permukiman DKI Jakarta Suharti, dalam rapat pembahasan kesiapan penanganan Covid-19 tertanggal 10 Maret 2020, mengusulkan penggunaan Wisma Atlet untuk ditempati orang dalam pemantauan (ODP) terkait Virus Corona.

[Gambas:Video CNN]
Menteri Keuangan Sri Mulyani kemudian menyebut Wisma Atlet sebagai lokasi yang palingsiap digunakan untuk lokasi karantina wabah Corona.

Presiden Joko Widodo pun merestui penggunaan fasilitas yang berkapasitas ruangan 15 ribu itu.

Terpisah, Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati menilai penggunaan Wisma Atlet sebagai lokasi karantina lebih realistis daripada membangun rumah sakit (RS) baru.

"Gedungnya sudah siap pakai dan memiliki ruangan cukup banyak. Namun harus dipastikan bahwa semua ruang steril dan layak untuk ruang perawatan," kata dia dalam keterangannya, Jumat (20/3).

Dia menilai sebaiknya Wisma Atlet itu difokuskan untuk perawatan isolasi pasien Covid-19 saja, bukan untuk pasien yang sudah berat kondisinya.

Menurut Mufida, daya tampung RS yang ada saat ini semakin tidak mencukupi dan bercampur dengan pasien lain yang berpotensi memperbesar penularan.

Salah satu ruangan di Wisma Atlet.Salah satu ruangan di Wisma Atlet. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Dia juga menyebut sebaiknya menghindari menjadikan semua RS menjadi RS Rujukan Covid-19. Pasalnya, itu akan berisiko bagi pasien non-Corona.

"Seperti RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) sebagai RS Nasional rujukan dari semua penyakit, akan lebih baik jika tidak merawat pasien COVID-19," ujarnya.

(tst/arh)