Balita DIY Sembuh dari Corona, Dinkes Ingin Angkat Jadi Film

CNN Indonesia | Jumat, 20/03/2020 11:53 WIB
Balita DIY Sembuh dari Corona, Dinkes Ingin Angkat Jadi Film Ilustrasi balita. (christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu pasien positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah dinyatakan sembuh. Pasien yang dimaksud adalah Kasus 1 di Yogyakarta, balita laki-laki usia 3 tahun.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, kasus 01 telah dinyatakan negatif 2 kali, kondisi sehat dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
"Pasien kasus 1 pulang kemarin (Kamis) sore, sudah diberikan edukasi dan masih dalam pemantauan oleh RSS," jelas Berty, Jumat (20/3).

Berty menambahkan, kedua orang tua balita juga sudah diperbolehkan pulang karena sudah dinyatakan negatif Covid-19.


Selanjutnya, mereka diimbau untuk melakukan isolasi mandiri dalam pengawasan rumah sakit, sehingga jika ada hal yang perlu ditanyakan, maka dapat menghubungi pihak rumah sakit.

Mereka, lanjut Berty, juga telah mendapatkan edukasi untuk meningkatkan imunitas, dengan hidup sehat, tetap mengikuti imbauan pemerintah untuk membatasi diri berkumpul dan keluar rumah.

[Gambas:Video CNN]
Balita di DIY Sembuh dari Corona, RS Ingin Angkat Jadi FilmFoto: CNN Indonesia/Fajrian
Pihaknya berharap jika pasien yang bersangkutan tak keberatan, maka tim informasi dapat segera membuat film ataupun testimoni sehingga dapat menjadi penyemangat bagi masyarakat.

Dengan sembuhnya balita tersebut, maka jumlah PDP yang dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan data terkini ada tiga orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif terjangkit virus corona di DIY berjumlah empat orang, per Kamis (19/3).

Diketahui angka ini bertambah dari sebelumnya hanya dua pasien. Pasien positif terbaru adalah laki laki berusia 50 tahun dan 60 tahun. Keduanya kini menjalani perawatan di RSUD Jogja dan RSUD Panembahan Senopati Bantul.

Sementara dua pasien sebelumnya, yang dirawat di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, salah satunya, seorang guru besar di UGM, dan satu pasien lainnya, balita laki-laki berusia 3 tahun.



(sut/ain)