Pemprov Jatim Semprot Disinfektan 600 Driver Ojol di Surabaya

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 08:02 WIB
Sekitar 600 driver ojek online di Surabaya, disemprot disinfektan oleh Pemprov Jatim sebagai upaya pencegahan penularan virus corona. Wapada Corona, Ojol disemprot disenfiktan.(CNN Indonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) yang tengah berseliweran di Kota Surabaya, Jawa Timur, tak luput disemprot disinfektan. Setidaknya 600 driver ojek online di Surabaya disemprot, sebagai upaya preventif penularan virus corona di Jawa Timur.

Penyemprotan terhadap driver ojol diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyebut penyemprotan terhadap ojek online telah dimulai sejak Jumat hingga Minggu (22/3).

"(Sedangkan) Penyemprotan disinfektan untuk transportasi umum, sudah dari Senin yang lalu," ujar Khofifah, Minggu (22/3).


Pantauan CNNIndonesia.com, setidaknya ada tiga lokasi yang menjadi pusat penyemprotan disinfektan bagi pengemudi ojol. Mulai dari ruas Tugu Pahlawan, Jalan Frontage Ahmad Yani, dan depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Khofifah mengatakan, penyemprotan disinfektan di sepenjuru Jawa Timur, ini secara efektif sudah dilakukan sejak Senin (16/3) lalu. Penyemprotan telah dilakukan di tempat ibadah, fasilitas umum, fasilitas sosial, terminal hingga pondok pesantren.

"Kita menyisir ada masjid, ada pesantren, ada gereja, kemudian ada tempat-tempat fasilitas umum, fasilitas sosial," katanya.

Tak hanya itu, semua Terminal Tipe B dalam koordinasi Pemprov Jatim secara bertahap juga telah dilakukan penyemprotan mulai dari tempat duduk serta armada bus. Ada sekitar 16 Terminal Tipe B.
Foto: CNNIndonesia/Basith Subastian

[Gambas:Video CNN]

Menurutnya, penyemprotan disinfektan juga akan dilakukan di lima Bakorwil Pemprov Jatim. Melalui lima Bakorwil ini akan menargetkan penyemprotan fasilitas umum dan fasilitas sosial di sekitarnya.

Mantan Mensos ini kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Jatim secara personal melakukan berbagai ikhtiar pencegahan agar diri sendiri dan lingkungan di sekitarnya sehat.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (21/3) mencatat total pasien positif virus corona di Jatim ada 41 orang. Dari angka tersebut, Surabaya 29 pasien, Malang Raya 5 pasien, Sidoarjo 3 pasien, Magetan 3 pasien dan Kabupaten Blitar 1 pasien.

Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) jumlahnya juga terus bertambah. Hingga saat ini ada 88 PDP di Jatim. Sementara orang dalam pemantauan (ODP) 999 orang. Satu orang dinyatakan meninggal dunia.
Secara nasional, pada Minggu (22/3), Jumlah pasien positif corona bertambah 64 orang, sehingga total pasien corona menjadi 514 orang yang dinyatakan positif terjangkit virus tersebut

Sedangkan jumlah korban meninggal dunia dan sembuh juga bertambah. Korban meninggal bertambah menjadi 10 orang, dan total mencapai 48 orang. Sedangkan jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 9 orang menjadi 29 orang.

"Ada penambahan kasus baru sebanyak 64 orang. Sehingga total kasus adalah orang 514 orang," ucap juru bicara pemerintah Achmad Yurianto saat konferensi pers di Jakarta yang disiarkan langsung, Minggu (22/3).

(frd/ain)