Stafsus Milenial Jokowi Sebut Influencer Corona Tak Dibayar

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 12:51 WIB
Stafsus milenial Jokowi, Adamas Belva, mengklaim influencer yang diundang dalam penanganan Corona adalah relawan tanpa bayaran. Stafsus Jokowi, Adamas Belva (kiri), menyebut influencer penanggulangan Virus Corona tak dibayar. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) Adamas Belva Syah Devara mengklaim bahwa puluhan influencer yang diundang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona tak dibayar dalam rangka melakukan sosialisasi penanganan wabah Virus Corona (Covid-19).

Dia menyatakan para influencer itu berstatus sebagai relawan dalam melakukan tugas tersebut.

"Kemarin influencer udah masuk ke BNPB dan ini banyak yang enggak tahu bahwa itu gratis ya. Jadi mereka itu relawan, tak dibayar," kata Belva saat melakukan konferensi pers melalui kanal Youtube milik BNPB, Senin (23/3).


Para influencer itu, lanjutnya, diberikan edukasi terlebih dulu terkait sosialisasi Virus Corona di BNPB. Hal itu bertujuan agar mereka tak menyebarkan berita bohong atau hoaks kepada para pengikutnya di sosial media atau followers saat melakukan sosialisasi.

"Makanya diedukasi dulu sehingga followers-nya jadi tahu, jadi mengerti, karena mereka punya target segmen yang berbeda-beda," kata dia.

Diketahui, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona mengumpulkan 20 influencer untuk membahas soal penanganan virus corona pada Jumat (20/3) lalu.

Setop Hang Out

Selain itu, Belva meminta agar generasi milenial Indonesia bisa berperan meminimalisasi penyebaran virus corona dengan cara melakukan social distancing. Ia menilai saat ini masih banyak anak muda yang 'ngeyel' dan tak mempercayai mengenai penyebaran virus tersebut.

"Setop dulu hang out, setop dulu sosialisasi tak penting, di rumah saja dulu. Karena generasi milenial ini generasi penular terbesar," kata Belva.

Tak hanya itu, Belva turut meminta agar generasi milenial untuk memerangi berita bohong atau hoaks ditengah penyebaran Virus Corona. Ia meminta agar masyarakat, terutama generasi milenial tak menyebarkan kabar hoaks di media sosial.

"Kalau ada info yang baik sebarkan. Kalau ada info yang enggak terpercaya setop di Anda. Kalau info enggak jelas, setop share di grup," kata dia

(rzr/arh)