Prabowo soal Opsi Lockdown: Kita Tak Mau Otoriter

CNN Indonesia | Senin, 23/03/2020 13:58 WIB
Prabowo soal Opsi Lockdown: Kita Tak Mau Otoriter Menhan Prabowo Subianto (tengah) di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 23 Maret 2020.(Dok. Humas Kemenhan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan pemerintah RI tak ingin melarang rakyat Indonesia beraktivitas dengan menerapkan pembatasan wilayah alias lockdown dalam melawan wabah corona (Covid-19).

"Ini kita tidak mau otoriter. Banyak negara lain sangat keras. Indonesia ini ingin kesadaran, self protection harus kita laksanakan," ujar Prabowo di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (23/2).

Ia mengatakan Indonesia memiliki rakyat dan kondisi yang berbeda dengan negara lain. Oleh karena itu, kata Prabowo, kesadaran warga akan sangat membantu pemerintah dalam menanggulangi dan menekan penularan Covid-19.


"Kondisi negara itu lain-lain. Enggak bisa kita ikuti kondisi di negara lain, kondisi rakyat juga lain. Kita mikirkan kondisi rakyat kita, kondisi keadaan kita hadapi bersama," ujarnya. 

Diketahui, beberapa negara menerapkan kebijakan tegas dan sanksi bagi warganya yang masih keluar rumah di tengah wabah corona. Misalnya, di Prancis yang telah memberi hukuman denda terhadap 4000 orang karena melanggar perintah tinggal di rumah pada hari pertama lockdown.

[Gambas:Video CNN]
Sementara itu, Korea Utara bahkan mengancam akan menembak warga Cina yang masuk ke wilayahnya. Dua negara memang saling berbatasan, sehingga Korut pun menerapkan ancaman tindakan tegas tersebut.

Selain itu, sejumlah negara tetangga di kawasan Asia Tenggara pun memberlakukan lockdown wilayah untuk menekan penularan corona yakni Malaysia, Singapura, dan Fiiipina.

Prabowo: Pemerintah Tak Ingin Otoriter Larang Rakyat Beraktiv

(ndn/kid)