Anggota Fraksi PAN Zainuddin Maliki menyatakan fraksinya mendesak agar pimpinan DPR RI segera meminta Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI untuk membatalkan rencana penyelenggaraan kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalaupun ada sumbangan, lanjutnya, lebih bagus jika uang tersebut diberikan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan.
"Saya agak terkejut mendengar usulan itu. Tiba-tiba kok malah anggota DPR dan keluarganya yang diutamakan. Padahal, jelas kasat mata, banyak tenaga medis dan masyarakat yang terpapar. Merekalah yang lebih penting untuk didahulukan," kata dia.
Zainuddin juga menyampaikan bahwa DPR sebaiknya fokus mencari jalan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kompleks dalam penanganan virus corona di Indonesia.
Dia menambahkan, tes virus corona sebaiknya dilaksanakan secara individu saja.
[Gambas:Video CNN]
"Kalau dilaksanakan kolektif itu tidak baik. DPR dinilai hanya mau menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya," ungkap Zainuddin.
Sikap serupa juga disuarakan Fraksi PKS. Juru Bicara PKS Pipin Sopian meminta para wakil rakyat untuk tidak memikirkan dirinya sendiri. Menurut Pipin, banyak masyarakat dari berbagai kalangan yang lebih membutuhkan ketimbang anggota dewan.
"Sebaiknya rapid test bagi anggota DPR RI dan keluarga pekan ini dibatalkan. Kami tidak setuju karena ada banyak masyarakat kecil dan tim medis yang merawat pasien Covid-19 lebih membutuhkan segera," kata kepada wartawan, Selasa (24/3).
Tes itu akan digelar di dua kompleks perumahan DPR RI akhir pekan ini. Sekjen DPR RI Indra Iskandar mengatakan tes kesehatan itu merupakan permintaan para anggota dewan. Dana yang digunakan berasal dari patungan para anggota DPR RI. (mts/wis)