Nadiem Geser Anggaran UN untuk Corona, Bisa Capai Rp400 M

CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2020 17:46 WIB
Nadiem Geser Anggaran UN untuk Corona, Bisa Capai Rp400 M Mendikbud Nadiem Makarim alihkan sebagian anggaran UN untuk penanganan Covid-19. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan sebagian anggaran Ujian Nasional (UN) digunakan untuk penanganan pandemi Virus Corona.

"Jadi berbagai realokasi anggaran sedang dilakukan di Kemdikbud dan koordinasi dengan DPR," ucapnya, dalam video konferensi, Selasa (24/3).

"Dana dari UN itu tentunya masih ada sisa yang tidak digunakan. Itu bisa kita kerahkan untuk membantu bencana Covid-19 atau mendukung online learning," dia menambahkan.


Nadiem menyebut dana UN itu tak semuanya akan digunakan di lapangan. Adapula untuk penggunaan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang akan diselenggarakan mulai tahun depan.

Ia merinci realokasi anggaran itu bisa digunakan ke sejumlah kegiatan. Misalnya, relawan program pencegahan, pelacakan terkait suspect Virus Corona.

"jadi volunteer program sudah banyak sekali," ungkapnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na'im mengatakan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 itu dilakukan dengan menggeser dana untuk rapat, perjalanan dinas, yang kemudian dialokasikan untuk rumah sakit pendidikan.

"Tujuannya supaya bisa mendukung penelusuran dan sebagainya," kata dia, dikutip dari Antara.

[Gambas:Video CNN]
Dari upaya itu, Ainun mengatakan setidaknya bisa terkumpul Rp300 miliar hingga Rp400 miliar untuk penanganan Covid-19.

Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya masih menghitung jumlah anggaran UN yang sudah dan belum terpakai, terutama di daerah.

"Di provinsi [anggaran UN ada] Rp70 miliar. Kita identifikasi berapa yang sudah dipakai. Sebagaian anggaran masuk kategori asesmen, digunakan [untuk] persiapan AKM (Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter) tahun depan," ujarnya.

Sebagian anggaran UN itu, kata Totok, juga ada yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Umumnya, itu digunakan untuk membiayai pengawas dan petugas teknis. Anggaran itupun, katanya, bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan sekolah dalam pencegahan Corona.

(fey/arh)