"Jadi berbagai realokasi anggaran sedang dilakukan di Kemdikbud dan koordinasi dengan DPR," ucapnya, dalam video konferensi, Selasa (24/3).
"Dana dari UN itu tentunya masih ada sisa yang tidak digunakan. Itu bisa kita kerahkan untuk membantu bencana Covid-19 atau mendukung online learning," dia menambahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekretaris Jenderal Kemendikbud Ainun Na'im mengatakan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 itu dilakukan dengan menggeser dana untuk rapat, perjalanan dinas, yang kemudian dialokasikan untuk rumah sakit pendidikan.
"Tujuannya supaya bisa mendukung penelusuran dan sebagainya," kata dia, dikutip dari Antara.
[Gambas:Video CNN]
Dari upaya itu, Ainun mengatakan setidaknya bisa terkumpul Rp300 miliar hingga Rp400 miliar untuk penanganan Covid-19.
Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Totok Suprayitno mengatakan pihaknya masih menghitung jumlah anggaran UN yang sudah dan belum terpakai, terutama di daerah.
"Di provinsi [anggaran UN ada] Rp70 miliar. Kita identifikasi berapa yang sudah dipakai. Sebagaian anggaran masuk kategori asesmen, digunakan [untuk] persiapan AKM (Asesmen Kompetensi dan Survei Karakter) tahun depan," ujarnya.
Sebagian anggaran UN itu, kata Totok, juga ada yang menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Umumnya, itu digunakan untuk membiayai pengawas dan petugas teknis. Anggaran itupun, katanya, bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan sekolah dalam pencegahan Corona.