Cemas Situasi Ekonomi, Demokrat Usul Kiat Atasi Dampak Corona

CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 04:33 WIB
Cemas Situasi Ekonomi, Demokrat Usul Kiat Atasi Dampak Corona Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengaku cemas dan khawatir melihat penyebaran virus corona (Covid-19) yang mengakibatkan indikator ekonomi Indonesia belum membaik.


Menurutnya, situasi ini akan membuat target asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 seperti pertumbuhan ekonomi, penerimaan negara, nilai tukar, harga minyak dunia, inflasi, dan defisit diperkirakan tidak sesuai atau tercapai.

"Fraksi Partai Demokrat melihat krisis multidimensi ini mengakibatkan indikator ekonomi baik secara makro maupun mikro belum membaik," kata Ibas dalam keterangan persnya, Selasa (24/3).

Berangkat dari itu, Demokrat pun memberikan lima usulan kepada pemerintah. Pertama, Demokrat meminta pemerintah memvalidasi transparansi data secara berkala serta melakukan laporan ke publik secara berkala terkait virus corona.


Kedua, Demokrat mendorong terciptanya kolaborasi, koordinasi, dan aksi tanggap, cepat, serta tepat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dengan seluruh pemangku kepentingan.

Ketiga, Demokrat mendukung pemerintah melakukan refocusing program atau mengatur ulang fokus program kesehatan rakyat, Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan program jaring sosial lainnya, serta relaksasi sektor usaha termasuk UMKM yang terdampak.


Keempat, Demokrat mengusulkan pemerintah tetap menjaga distribusi alat kesehatan, ketahanan logistik, dan daya beli masyarakat agar ekonomi tetap bergerak.

[Gambas:Video CNN]
Terakhir, Demokrat mengusulkan pemerintah segera mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2020 demi terciptanya target asumsi yang sesuai dan fiskal Indonesia yang sehat serta transparan.
 
"Demokrat akan terus berupaya membantu dan memberi solusi agar pressure dalam ketidakpastian ini dapat terus berlalu yang pada akhirnya wabah virus corona hilang, perekonomian bangsa membaik, serta kehidupan sosial dan kesejahteraan rakyat pun terjaga," tutur Ibas.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Selasa (24/3) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia sudah mencapai 579 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 49 orang meninggal dunia dan 30 orang sembuh.

(mts/kid)