RS Polda Papua Kekurangan APD Buat Tangani Pasien Corona

CNN Indonesia | Rabu, 25/03/2020 00:27 WIB
RS Bhayangkara Polda Papua menyatakan alat perlindungan diri (APD) yang dibutuhkan untuk menangani pasien virus corona jumlahnya sangat terbatas. Ilustrasi petugas medis virus corona dengan APD. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi).
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabid Dokkes Polda Papua Kombes Agustinus Mulyanto Hardi mengungkapkan RS Bhayangkara Polda Papua memiliki keterbatasan stok alat pelindung diri (APD) yang diperlukan dalam menangani pasien virus corona.

Saat ini, kata Agustinus, pihaknya hanya memiliki delapan baju APD yang merupakan hasil pemberian dari Dinas Kesehatan.

"Baru delapan baju APD. Perhitungan untuk satu pasien selama (karantina) 14 hari butuh 126 baju APD," kata Agustinus kepada CNNIndonesia.com, Selasa (24/3).


RS Bhayangkara sendiri memang bukan menjadi RS rujukan untuk pasien virus corona di wilayah Papua. Diketahui ada tiga RS rujukan di sana, yakni RSUD Jayapura, RSUD Merauke, serta RSUD Nabire.

Kendati demikian, Mabes Polri telah menyiapkan 52 rumah sakit di berbagai wilayah untuk membantu penanganan. Termasuk, RS Bhayangkara Polda Papua.

"Kita mesti mempersiapkan untuk itu," ucap Agustinus.

Agus menuturkan sampai saat ini pihaknya juga belum menangani pasien, baik yang berstatus PDP, suspect, ataupun yang sudah dinyatakan positif.

Namun karena keterbatasan APD, menurut Agustinus, pihaknya menyiapkan rencana untuk menangani pasien corona secara jarak jauh, atau tanpa kontak langsung dengan pasien.

Hal itu untuk mencegah tenaga medis yang bertugas terpapar virus corona.

"Kita tetap melakukan perawatan tapi ya enggak usah langsung masuk ke kamar kalau memang APD kita sudah habis," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]
Agustinus menuturkan proses pengawasan terhadap pasien mungkin bisa dilakukan dengan cara video call. Hal ini karena umumnya orang sudah memiliki ponsel pintar.

"Ya sudah vicallan aja antara dokter, perawat dengan pasien, obat sudah kita taruh semua di situ sejak pertama pasien masuk, kalau perlu diinfus juga di situ kemudian diberikan pelatihan-pelatihan secukupnya kalau ini begini begini," tuturnya.

Agustinus menambahkan, pengawasan juga dilakukan lewat rekaman CCTV yang dipasang di ruang isolasi. Dengan demikian, APD bisa dimaksimalkan jika ada keadaan darurat yang mengharuskan dokter serta perawat masuk ke dalam ruang isolasi.

Lebih lanjut Agustinus menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengajukan rencana kebutuhan kepada Polda Papua untuk selanjutnya diteruskan ke pemerintah daerah. Kebutuhan itu meliputi APD hingga alat ventilator.

Hingga Selasa (24/3) hari ini, pemerintah pusat melaporkan sudah ada 686 orang positif terinfeksi virus corona di Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 55 orang meninggal dunia dan 30 orang dinyatakan sembuh. (dis/osc)