Istana Minta Masyarakat Tak Ramai-ramai Melayat Ibunda Jokowi

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 08:22 WIB
Istana Minta Masyarakat Tak Ramai-ramai Melayat Ibunda Jokowi Presiden Joko Widodo saat menjemput jenazah ibunya di RS Slamet Riyadi Solo, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno meminta masyarakat tidak perlu beramai-ramai datang melayat almarhumah Ibunda Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sujiatmi Notomiharjo yang meninggal dunia Rabu (25/3) sore.

Ia mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhumah dari rumah masing-masing. Menurutnya, masyarakat harus menjalankan physical distancing di tengah penyebaran virus corona (Covid-19).
"Tanpa mengurangi rasa hormat, mohon berkenan berdoa dari rumah masing-masing, dan tidak perlu beramai-ramai melayat ke rumah duka atau ke pemakaman, karena kita tetap harus menjalankan physical distancing (jaga jarak secara fisik)," kata Pratikno dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3).

Pratikno mengatakan Jokowi turut menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat dan seluruh rakyat Indonesia yang telah menyampaikan bela sungkawa dan mendoakan almarhumah.
Namun, kata Pratikno, bagi masyarakat yang tetap ingin hadir melayat agar tetap menjaga jarak aman sebagaimana yang telah disampaikan oleh pemerintah dalam mencegah penularan virus corona.


"Semoga almarhumah husnul khotimah dan memperoleh tempat paling mulia di sisi Allah SWT. Amiin YRA," tuturnya.

Sujiatmi meninggal dunia di RST Tingkat III Slamet Riyadi Surakarta, Solo, sekitar pukul 16.45 WIB, Rabu (25/3). Jokowi menyebut sang ibu mengidap kanker selama empat tahun terakhir. Ia juga rutin berobat di RSPAD Gatot Subroto.

[Gambas:Video CNN]

Rencananya, Sujiatmi akam dimakamkan di Pemakaman Keluarga Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah. Jenazah akan dimakamkan Kamis sekitar pukul 13.00 WIB. (yoa/fra)