APD Minim, RS Pemerintah dan Swasta di Yogya Galang Donasi

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 12:18 WIB
APD Minim, RS Pemerintah dan Swasta di Yogya Galang Donasi Petugas medis dengan APD lengkap. (CNNIndonesia/Thohirin)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Persediaan alat pelindung diri (APD) dalam penanganan Virus Corona (Covid-19) di sejumlah rumah sakit (RS) di Yogyakarta menipis. RS Pemerintah maupun RS Swasta pun berinisiatif menggalang donasi dari masyarakat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama RSUD Sleman, Joko Hastaryo membenarkan pihaknya sedang menggalang donasi dari masyarakat untuk pengadaan APD berupa masker bedah, masker N-95, kacamata google atau face shield.

Selain itu, sarung tangan disposable atau steril, cover all jumpsuit, dan gaun disinfektan, serta shoes cover. Selain itu, RSUD juga membutuhkan persediaan hand sanitizer, multivitamin, dan kebutuhan pendukung lainnya.


"Iya betul [menggalang donasi], karena membeli resmi jalur pemerintah agak sulit. Padahal banyak swasta atau masyarakat malah mudah mengaksesnya," kata Joko kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).

Senada, Juru Bicara RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Mualim Hawari, mengaku pihaknya mulai penggalangan dana sejak 22 Maret.

[Gambas:Video CNN]
"Ini wabah, maka butuh kepedulian sesama," ucapnya.

Menurut Mualim, bantuan yang dibutuhkan tak sekedar pengadaan APD melainkan juga kebutuhan pendukung lain yang harus disiapkan, setidaknya untuk tiga bulan ke depan. Untuk itu, kebutuhan dana diperkirakan sebanyak Rp5 Miliar.

Sementara menanggapi terkait adanya beberapa RS yang melakukan penggalangan dana tersebut, Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih menyatakan, pihaknya tak berhak melarang RS, khususnya RS Swasta melakukan hal tersebut.

"Tapi kami akan memperhitungkan dalam distribusi APD ke RS," tegas Berty.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaning Astutie, menjelaskan pihaknya sudah selalu meminta sekaligus memesan APD. Pemesanan dilakukan meskipun ada bantuan dari pemerintah pusat mengingat kebutuhan APD yang ideal dalam situasi seperti sekarang sangat besar. 

"Tapi kami selalu berdoa agar tidak ada peningkatan pasien," kata Pembajun di kompleks Kepatihan Yogyakarta, 23 Maret 2020.

Saat ini di Yogyakarta tercatat ada 18 orang positif corona. Satu pasien dinyatakan sembuh dan tiga lainnya meninggal dunia.

(sut/arh)