Muhammadiyah Sumbar Imbau Warga Tak Salat Jumat Besok

CNN Indonesia | Kamis, 26/03/2020 23:59 WIB
Muhammadiyah Sumbar Imbau Warga Tak Salat Jumat Besok Pekerja menyelesaikan pembangunan taman di kawasan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Muhammadiyah Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau warganya untuk tidak salat Jumat pada 27 Maret 2020. Organisasi Islam ini menyampaikan imbauan itu agar masyarakat tidak berkerumun untuk mencegah penyebaran Covid-19, setelah seorang warga Bukittinggi positif mengadap Covid-19,

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumbar, Shofwan Karim, mengatakan pihaknya mengimbau warga Muhammadiyah di provinsi itu untuk salat Zuhur saja besok di rumah. Pekan lalu pihaknya belum mengeluarkan imbauan untuk warganya tidak salat Jumat.

"PP Muhammadiyah bilang, sudahlah, salat Zuhur sajalah. Jumat kemarin kami memberikan toleransi untuk salat Jumat karena belum ada kasus positif. Sekarang tidak bisa lagi karena sudah ada warga yang positif," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Kamis (26/3).
Shofwan mengaku berat menyampaikan imbauan untuk tidak salat Jumat ke masjid besok untuk warganya. Namun, ia sudah dimarahi oleh Muhammadiyah Pusat pekan lalu karena masih membolehkan warga Muhammadiyah Sumbar untuk salat Jumat.


Mengenai salat lima waktu berjemaah di Masjid, Shofwan mengatakan bahwa pihaknya belum sampai membahas itu. Ia belum mengimbau warga Muhammadiyah Sumbar untuk tidak salat berjemaah ke masjid.

"Imbauan baru hanya untuk tidak salat Jumat karena salat Jumat jemaahnya banyak, sedangkan jemaah salat lima waktu tidak sebanyak jemaah salat Jumat," ujarnya.

Meskipun begitu, Shofwan mengimbau warga Muhammadiyah yang ingin salat berjemaah lima waktu di masjid untuk selalu waspada akan penyebaran Covid-9, misalnya membuat jarak meter ke samping dengan sesama anggota jemaah.
Muhammdiyah merupakan organisasi Islam terbesar di Sumbar. Shofwan menginformasikan bahwa Muhammadiyah memiliki 285 masjid dan sekitar 350 musala di Sumbar. Organisasi ini memiliki 1,5 juta anggota yang memiliki kartu anggota Muhammadiyah. Meskipun begitu, secara sosiologis, menurutnya, orang Sumbar mayoritas Muhammadiyah.

 Plt. Ketua Harian Masjid Raya Sumbar, Saifullah, mengatakan bahwa pihaknya meniadakan salat Jumat besok di masjid terbesar di Sumbar itu. Pihaknya mengambil keputusan tersebut setelah berkoordinasi dengan pemimpin Majelis Ulama Indonesia wilayah Sumbar. 

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumbar sudah mengimbau warganya untuk tidak salat Jumat sejak pekan lalu meskipun ketika itu belum ada kasus positif Covid-19 di Sumbar.

Ketua PWNU Sumbar, Ganefri, mengatakan bahwa tidak adanya status positif Covid-19 di Sumbar tidak bisa dijadikan landasan untuk beraktivitas dalam keramaian karena lalu lintas orang keluar masuk Sumbar tetap berjalan.

"Salat berjemaah di masjid dalam kondisi saat ini tetap berisiko karena orang yang kelihatannya sehat bisa menjadi pembawa virus korona. Ini yang kita hindari," tutur Rektor Universitas Negeri Padang itu.
(adb/ugo)