Ketua Ikatan Arsitek Ahmad Djuhara Meninggal di RSPI

CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2020 20:19 WIB
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Ahmad Djuhara meninggal dunia di RSPI Sulianti Saroso. Dia sempat dinyatakan negatif virus corona. RSPI Sulianti Saroso Jakarta. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ahmad Djuhara meninggal dunia di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jumat (27/3) sore.

Kabar berpulangnya Ahmad tersiar dari unggahan snapgram akun Instagram IAI (@iai_architect). Dalam unggahan tersebut tertulis ucapan belasungkawa untuk Ahmad yang wafat pukul 15.35 WIB di RSPI Sulianti Saroso.

Kabar tersebut telah dikonfirmasi oleh Sekretaris Jenderal IAI Ariko Andikabina. Dia bilang Ahmad dirawat di RSPI Sulianti Saroso sejak Senin (23/3) lalu.


"Betul (wafat), beliau dirawat di RSPI Sulianti Saroso sejak Senin kemarin," terang Ariko saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Ariko masih belum mengetahui pasti penyebab kematian Ahmad, namun ia menyatakan Ahmad memiliki keluhan sesak sebelumnya.

"Pekan lalu sebelum ke RSPI beliau sudah tes covid-19 hasilnya negatif, namun karena ada keluhan sesak nafas sejak itu dirawat, sudah dilakukan tes kedua hasilnya belum keluar sampai sekarang," kata Ariko.

Menurut Ariko, rencananya almarhum akan dimakamkan hari ini.

"Mungkin akan dimakamkan malam ini juga," terangnya.

Sebelumnya, Mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf turut mengkonfirmasi berpulangnya Ahmad Djuhara melalui unggahan di akun Instagram (@triawanmunaf).

"Telah berpulang ke Rahmatullah, rekan sejawat kita Ahmad Djuhara, Ketua Umum IAI 2018-2021, semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahannya," demikian Triawan menulis.

Ahmad Djuhara tercatat menjabat sebagai ketua umum dalam dua kali kepengurusan, dimulai periode 2015-2018 lalu terpilih kembali untuk menjabat pada periode 2018-2021.

CNNIndonesia.com
telah berusaha menghubungi pihak RSPI Sulianti Saroso untuk meminta keabsahan informasi, namun hingga berita ini ditulis, RSPI belum memberikan konfirmasi.

Namun RSPI mengeluarkan keterangan resmi hari yang menyatakan dua orang pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona (Covid-19) meninggal dunia. 

"Dalam 24 jam ini, ada dua orang PDP yang meninggal," kata Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril dalam keterangan resminya, Jumat (27/3).

Syahril belum bisa memastikan dua PDP itu terinfeksi corona atau tidak. Dia juga tak merinci jenis kelamin maupun sejak kapan PDP tersebut dirawat di RSPI.

Selain dua PDP yang meninggal, ia mengatakan, RSPI juga memulangkan tiga orang PDP yang sebelumnya menjalani perawatan di RSPI.

Sementara secara keseluruhan, hingga Jumat (27/3), RSPI Sulianti Saroso masih merawat 25 pasien terkait corona. Dari jumlah tersebut, 10 pasien dinyatakan positif corona, dan 15 orang lainnya PDP.

Meski ada kasus yang meninggal dan dipulangkan, RSPI tetap merawat 25 pasien. "Berkurang lima, tetapi ada 5 pasien baru" kata Syahril

(khr/yoa/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK