PAN Pede Tak Ada Kader Mau Ikut Partai Baru Amien Rais

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2020 13:28 WIB
Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi mengatakan kader PAN punya rasionalitas dan akan konsisten tak akan mengikuti partai baru bentukan Amien Rais. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi yakin tidak banyak kader partainya yang bakal bergabung dengan partai baru bentukan Amien Rais.

Viva menuturkan kader PAN punya rasionalitas. Viva meragukan klaim Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Asri Anas bahwa ada 150 pimpinan PAN di daerah yang siap bergabung dengan Amien.

"Para kader dan pengurus PAN akan lebih rasional. Kalau diistilahkan bakal bedol desa, menurut saya itu over estimate. Kalau pun ada yang loncat pagar, itu pun hanya sedikit dan beberapa saja," kata Viva kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (28/3).


Viva mengingatkan tak mudah membuat partai baru yang bisa bertahan lama dengan dinamika saat ini. Apalagi dengan pendekatan yang sudah ketinggalan zaman.
Dia menghargai niatan Amien dan sebagian kader yang hendak membentuk partai baru. Viva bilang itu adalah hak politik yang dijamin konstitusi.

Meski begitu, ia mengingatkan langkah itu tidak mudah. Di saat yang sama, langkah itu juga dinilai sebagai pernyataan keluar dari PAN.

"Jika partai politik baru yang dibidani Pak Amien Rais itu nantinya benar-benar ada terbentuk, maka dapat dikatakan bahwa Pak Amien telah meninggalkan PAN," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Ketua DPW PAN Sulawesi Barat Asri Anas menyebut ada gerakan di internal PAN untuk membuat partai baru. Hal itu terjadi usai sebagian kader merasa kecewa dengan kepemimpinan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum.

Asri berkata gerakan itu direstui dan dipimpin langsung oleh pendiri PAN Amien Rais. Sebanyak 150 pimpinan PAN di daerah diklaim siap bergabung dengan partai yang saat ini dinamai PAN Reformasi.

Sejumlah tokoh kaliber nasional dari Muhammadiyah dan aktivis 98 disebut siap bergabung. Asri juga mengklaim nama mantan Ketua KPK Abraham Samad merapat. Namun belakangan Abraham membantahnya kepada CNNIndonesia.com. (dhf/ain)