Persi: RS Daerah Kaget Hadapi Lonjakan Pasien Corona

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 28/03/2020 20:08 WIB
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia menyatakan banyak RS di daerah yang tidak memiliki cukup ruang isolasi untuk memeriksa pasien corona. Ilustrasi rumah sakit di daerah. (ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mengungkapkan banyak rumah sakit di daerah-daerah yang kaget menghadapi lonjakan pasien virus corona (Covid-19).

Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma mengatakan tak sedikit rumah sakit di daerah yang tidak memiliki cukup ruang isolasi dan peralatan medis lainnya untuk memeriksa pasien dalam pemantauan (PDP) hingga pasien positif Covid-19.

"Keluhannya tidak hanya di satu daerah, di berbagai daerah terjangkit ya seperti kurangnya APD (Alat Pelindung Diri), kurang ruang isolasi, hingga tenaga medis. Menangani pasien corona itu semuanya serba khusus mulai dari ruangan, suster, hingga dokter. Dokter yang sudah menangani pasien Covid-19 tidak bisa tangani pasien penyakit lain karena berisiko menularkan corona," kata Lia kepada CNNIndonesia.com pada Sabtu (28/3).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 2.813 rumah sakit di seluruh Indonesia, untuk melayani 264 juta penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, lebih dari separuhnya berada di Pulau Jawa (1629 RS), dengan rincian 381 di Jawa Timur, 350 di Jawa Barat, 290 di Jawa Tengah, 203 di DKI Jakarta, dan 82 di Yogyakarta. 


Lia juga tidak memungkiri bahwa rumah sakit-rumah sakit di kota besar seperti DKI Jakarta juga sudah mulai kewalahan menangani pasien corona. Apalagi, katanya, DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah dengan kasus corona terbanyak.

"Bagaimana tidak kewalahan, warga panik jadi semua orang yang batuk dan demam semuanya ingin diperiksa. Karena itu, rumah sakit juga harus punya strategi di masa-masa seperti ini," ujar Lia.

Persi: RS Daerah Kaget Hadapi Lonjakan Pasien Corona


Menurut Lia, dalam situasi seperti ini rumah sakit umum, rumah sakit swasta, dan pemerintah di daerah masing-masing harus berkoordinasi lebih erat lagi supaya penanganan corona terkendali.

Sebagai contoh, Lia berharap bahwa seluruh rumah sakit di daerah segera melakukan penilaian terhadap kapasitas dan kapabilitas masing-masing terkait sejauh mana serta sebanyak apa rumah sakit tersebut bisa menangani pasien corona.

"Mesti atur strategi. Setiap RS siap tangani berapa pasien corona. Setelah itu masing-masing rumah sakit (baik RSUD dan swasta) berkoordinasi siapa yang mampu menampung pasien Covid-19 lebih banyak dan siapa yang bisa menjadi alternatif untuk didatangi pasien non-corona," kata Lia.

Per hari ini, jumpa pasien positif corona di Indonesia bertambah menjadi 1.155 orang, dengan korban meninggal dunia bertambah menjadi 102 orang, pasien sembuh 59 orang.

Akibat kasus corona yang terus melonjak, sejumlah daerah telah menerapkan pembatasan pergerakan warga, salah satunya Kota Tegal, Jawa Tengah.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan pemerintah juga tengah mengkaji aturan mengenai larangan mudik hingga menyiapkan Peratutan Pemerintah (PP) karantina wilayah demi menekan angka kasus corona.
(rds/vws)