Harap-harap Cemas Calon Haji di Tengah Wabah Corona

CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2020 11:46 WIB
Suara Ika Nursila (37) melemah saat mengaku pasrah jika ibadah haji 2020 ditunda gara-gara corona, Ilustrasi keberangkatan jemaah haji Indonesia. (Foto: ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suara Ika Nursila (37) terdengar melemah saat mengutarakan kepasrahan nasibnya yang terkatung dengan kejelasan pemberangkatan ibadah haji 2020 di tengah pandemi virus corona (covid-19).

Perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur itu seharusnya dijadwalkan berangkat ke Jakarta 25 Juni untuk menjalani karantina di Asrama Haji Pondokgede, sebelum terbang ke Arab Saudi awal Juli 2020.

Akan tetapi virus corona tanpa diduga mewabah di Indonesia. Sebarannya sudah sampai ke penjuru negeri. Sampai-sampai Presiden Joko Widodo menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk membatasi pergerakan masyarakat demi menyumbat penyebaran wabah.

Kementerian Agama (Kemenag) hingga hari ini belum memberikan pernyataan resmi perihal keberlanjutan kegiatan ibadah haji tahun ini. Sementara Menteri Haji Arab Saudi Mohammad Benten telah mengimbau umat Islam agar menunda sementara pelaksanaan ibadah haji tahun ini tak lepas dari sebaran virus yang masih saja mengganas.


Skenario terburuk yang harus dihadapi Ika: ibadah haji terpaksa ditunda tahun ini.

"Saya sudah mempersiapkan dari segi mental, pasrah kalau tahun ini tidak berangkat ya semoga tahun depan," ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (1/4).

[Gambas:Video CNN]


Untuk menenangkan dirinya, ia mencoba berkaca pada kejadian silam atas musibah yang tidak dikehendaki manusia.

"Ada waktu itu MERS, bukan kali ini wacana haji ditutup, ya tidak apa-apa, demi kemaslahatan umum karena pandemi corona," tambah Ika dengan getir.

Penantian Ika selama delapan tahun sejak mendaftar haji pada 2012 kini menjadi antiklimaks. Bagaimanpun dia tak bisa menutup rasa kecewa atas penantian bertahun-tahun dengan atensi giat menabung demi segera berangkat ke Baitullah.

"Haji ini ibadah panggilan, kalau mau bagaimanapun kalau tidak dipanggil Allah, ya tidak akan berangkat," kata dia.

Perasaan harap-harap cemas juga dialami Hendro (44), calon jemaah haji asal DKI Jakarta yang masih bersabar menanti kepastian dari Kemenag mengenai keberangkatan Haji tahun ini.

Jika jadwal tak mengalami perubahan, Hendro bakal masuk kloter pertama pemberangkatan pada 25 Juni 2020.

[Gambas:Video CNN]

Terlepas dari ketidakpastian, Hendro tak mempermasalahkan bila rencana ibadah yang telah dia persiapkan sejak 2013 harus ditunda.

"Kita 7 tahun saja sabar menunggu, masa nunggu setahun saja tidak bisa," tuturnya.

"Kita melihatnya ini bukan kekecewaan. Ini sudah takdir, kita tidak tahu. Jangan sampai sudah menunggu 7-8 tahun ilmu kita itu belum siap. Haji itu bukan hanya fisik atau materi, tapi juga ilmu. Kalau ada umur tahun depan, kita akan berangkat ke sana tahun depan," tambahnya.

Meski otoritas Saudi telah mengeluarkan imbauan, Kemenag hingga kini masih menunggu pengumuman resmi dari Pemerintah Arab Saudi terkait kelanjutan penyelenggaraan kegiatan ibadah haji tahun 2020 ini.

"Kita harus menunggu keputusan resmi [penyelenggaraan haji dari Saudi]," kata Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, Muhajirin Yanis menegaskan jika
kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/4). "Belum ada penyampaian resmi [dari Saudi]," tambahnya.

(khr, ndn/gil)