Sultan Yogya Gandeng UGM Atasi Sebaran Wabah Corona

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 07:19 WIB
Sultan Yogya dan Dekan FK UGM telah berdiskusi mencari cara agar zona putih di kawasan DIY tak berubah jadi zona merah terpapar virus corona. Sultan Yogya dan Dekan FK UGM berdiskusi mencari cara agar zona putih di kawasan DIY tak berubah jadi zona merah terpapar virus corona. (Foto: Agus Nugroho)
Yogyakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menggandeng  tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk menangani permasalahan wabah virus corona (Covid-19).

Raja Keraton Yogyakarta itu menyebut saat ini sedikitnya telah tercatat 2.225 Orang Dalam Pemantauan (ODP), dengan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait Covid-19 sudah lebih dari 220 orang.

"Bagaimana kami bisa menangani ODP maupun PDP itu dengan baik," ujar Sultan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (2/4).


Ia mengatakan jika terjadi lonjakan pendatang di DIY, kebijakan yang akan diterapkan tetap sama yakni dengan pendataan di tingkat desa, dan anjuran untuk melakukan isolasi diri selama 14 hari sejak tiba di wilayah tersebut.

Menurutnya pembicaraan Pemda DIY bersama tim ahli UGM juga membahas terkait efektivitas penerapan isolasi diri untuk mencegah penularan virus corona yang lebh luas, termasuk persiapan sarana dan prasarana pendukungnya.

"Sehingga masalahnya cepat selesai, dan juga ekonomi Yogya tidak makin terpuruk," ucap Sultan

[Gambas:Video CNN]
Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Kebidanan UGM, Ova Emilia mengtakan diskusi yang dilakukan sudah sangat komprehensif, termasuk menjaga agar zona putih corona di DIY tidak berubah menjadi zona merah.

"Jadi ini harus diproteksi atau dilindungi supaya penyebaran itu tidak makin meluas," tegas Ova.

Pertama, melalui upaya edukasi yang dilakukan akan sampai ke desa ataupun perkampungan. Kedua, meningkatkan skrining atau deteksi orang populasi umum.

"Kalau kita mengetahui lebih banyak lagi, mungkin yang positif akan makin kelihatan. Tetapi, kita juga mengetahui bagaimana caranya mencegah supaya orang-orang yang positif ini tidak meluas lebih lanjut," paparnya.

Terakhir, lanjut Ova, pihaknya juga mendiskusikan bagaimana layanan kesehatan yang akan diberikan guna mengantisipasi ketika dalam kondisi yang terburuk, di mana jumlah PDP melonjak tinggi.

(tri/kid)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK