"Iya sudah diajukan," tutur Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (4/4).
Meski sudah mengajukan PSBB, Pemkot Tegal masih belum mau mencabut kebijakan isolasi wilayah yang direncanakan berlaku 30 Maret-30 April. Sejumlah jalan masih ditutup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya, Pemkot Tegal sudah mulai membuka sejumlah ruas jalan masuk dari daerah lain. Mulanya hanya satu, tetapi kini ada 5 jalan yang dibuka sejak Kamis (2/4), yaitu Jalan Proklamasi, Jalan Sultan Agung, Jalan Teuku Umar perbatasan Kabupaten Tegal, Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Jenderal Soedirman.
[Gambas:Video CNN]
"Banyak warga yang mudik masuk ke Kota Tegal," kata Jumadi.
"Sehingga daripada ada kemacetan malah menyebabkan orang berkerumun malah tidak sesuai untuk menjaga physical distancing, maka lebih baik kita buka aksesnya dengan dibuat posko pengecekan suhu dan penyemprotan disinfektan untuk orang dan kendaraannya.
Pemkot Tegal juga terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya corona. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi menggunakan paralayang.
"Paralayang ini inovasi pertama dalam mengedukasi masyarakat dengan brosur dan flyer karena kita tidak boleh ketemu langsung, harus social dan physical distancing, makanya kita dari langit," kata Jumadi.
--
Catatan redaksi: Judul berita diubah pada Minggu (5/4) pukul 16.30 WIB untuk mengoreksi istilah "local lockdown" menjadi isolasi wilayah. (bmw)