Pemkot Semarang Imbau Tak Paksakan Mudik Saat Pandemi Corona

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 05:16 WIB
Warga Kota Semarang yang merantau diminta tidak memaksakan mudik di tengah situasi pandemi virus corona. Ilustrasi mudik. (ANTARA FOTO/Lucky R./Rei/Spt/14.)
Semarang, CNN Indonesia -- Warga Kota Semarang yang bekerja atau merantau di luar kota ataupun luar negeri diminta untuk tidak memaksakan mudik ke kampung halamannya, di tengah situasi pandemi virus corona.

Imbauan ini disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi seiring tren terus bertambahnya pasien yang positif covid-19 di Kota Semarang. Menurut Hendrar, dari data Pemkot Semarang hingga Jumat (3/4), jumlah pengidap positif covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Semarang bertambah menjadi 53 orang, sementara yang meninggal karena positif covid-19 juga bertambah menjadi 12 orang.


"Harapan kami, kalau bisa jangan mudik dulu ke Semarang. Ini tren nya lagi bertambah terus, yang positif covid-19 sekarang tambah menjadi 53 orang, yang meninggal sekarang menjadi 12 orang. Baik yang positif masih dirawat dan meninggal hampir seluruhnya warga Semarang", kata Hendrar di Semarang.


Hendrar menambahkan bila saat ini sudah ada sekitar 5000 warga yang mudik masuk Semarang melalui terminal bus, stasiun, bandara maupun pelabuhan. Bila jumlah tersebut nantinya terus bertambah menjelang Idul Fitri dan diberlakukan karantina selama 14 hari di sebuah tempat, Hendrar menilai hanya akan membuat repot semua pihak termasuk pemudik.

"Sekarang yang sudah masuk Semarang sekitar 5000 orang, dan pastinya akan terus bertambah. Coba kita membayangkan, bila 5000 orang menjadi ODP terus kita karantina di satu tempat selama 14 hari, pasti semua akan repot. Pemudik pun pastinya merasa repot, ingin ketemu keluarga kerabat malah dikurung dulu selama 14 hari. Demikian juga ketika diberlakukan isolasi mandiri, apa kita bisa menjamin semua pemudik tidak keluar dari rumah keluarga atau kerabatnya. Kita tidak bisa mengawasi penuh karena SDM pastinya juga terbatas. Tapi apapun akan kita lakukan bila memang sudah menjadi kebijakan Pemerintah Pusat, kita sekuat tenaga akan mengamankan di lapangan", terang Hendrar.

Langkah antisipasi juga dilakukan oleh jajaran Kepolisian Polrestabes Semarang. Untuk menekan penyebaran covid-19 yang rentan dibawa oleh pemudik, Polrestabes Semarang mengirimkan surat kepada seluruh pengusaha bus angkutan umum untuk memberikan formulir berisi biodata, asal keberangkatan dan riwayat serta kesehatan penumpang yang turun di Kota Semarang.

[Gambas:Video CNN]

Tak hanya itu, pemudik juga diminta langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Hal ini juga diberlakukan untuk akses masuk melalui stasiun, bandara dan pelabuhan.

"Kita tak hanya berlakukan protokol kesehatan saja, sekarang kita tambah dengan mengisi formulir data untuk pegangan kita dalam melakukan deteksi dini pemudik yang terjangkit covid-19. Bersama Pemkot, kita sudah himbau untuk tidak mudik, tapi kan kita tidak bisa melarang, kuncinya ada pada kesadaran masyarakat sendiri", ungkap Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Auliansyah Lubis.

Sementara itu, setelah sepekan menutup beberapa ruas jalan protokol dari pukul 18.00 - 06.00 WIB, mulai hari ini, Polrestabes Semarang bersama Dinas Perhubungan akan memperpanjang penutupan ruas jalan protokol tersebut selama 24 jam penuh di setiap Jumat, Sabtu dan Minggu.

Kelima ruas jalan tersebut adalah ruas yang menuju kawasan Simpang Lima yakni Jalan Pemuda, Jalan Achmad Yani, Jalan Gajah Mada, Jalan Pandanaran dan Jalan Pahlawan.
Pemkot Semarang Imbau Tak Paksakan Mudik Saat Pandemi Corona(CNN Indonesia/Fajrian)
Kasat Lantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi menilai penutupan ruas jalan tersebut bertujuan untuk mengurangi aktivitas masyarakat keluar rumah.

"Kemarin sepekan kita tutup dari jam 18.00-06.00WIB, masih saja banyak yang keluar rumah. Ini kita evaluasi, akhirnya kita perpanjang jadi 24 jam penuh setiap akhir pekan, dari Jumat sampai Minggu. Mudah-mudahan masyarakat memaklumi dan bisa tetap menahan diri untuk tidak keluar rumah kalau tidak benar-benar penting", kata Ardi. (dmr/ayp)