Tabungan Ojol Rp100 Juta Raib, Penyelidikan Terkendala Bank

CNN Indonesia | Senin, 06/04/2020 20:33 WIB
Pengemudi ojek online (ojol) kehilangan tabungan Rp100 juta di ATM. Penyelidikan polisi terkendala proses di bank. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta, CNN Indonesia -- Uang tabungan pengemudi ojek online, Adkhan sebesar Rp100 juta raib saat hendak mengambil uang di anjungan tunai mandiri (ATM). Penyelidikan aparat kepolisian terkendala pada proses di bank.

Peristiwa itu terjadi pada 27 Januari 2020 di ATM BNI Pasar Tegal Danas, Cikarang Pusat. Saat itu ia hendak menarik uang dari mesin ATM untuk keperluan sehari-hari. Tepat di belakangnya ada orang tak dikenal.


"Kejadiannya tanggal 27 (Januari) di sebuah toko ada dua mesin ATM, di belakang saya juga ada orang. ATM pertama ternyata rusak, di situ saya masih belum curiga," ujarnya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Senin (6/3).


Setelah gagal mengambil uang di mesin pertama, Adkhan kemudian pindah ke ATM lain di sebelahnya. Namun orang tak dikenal itu terus mengikuti dari belakang sambil berusaha menolongnya.

"Di sini dia samperin saya ingin menolong karena ATM kedua sama tidak bisa juga," kata pria 30 tahun itu.

Karena kedua ATM itu tidak berfungsi, Adkhan pun pergi dan hendak mengambil uang di lokasi yang berbeda.


Ia akhirnya pindah tempat ke lokasi ATM BNI Delta Mas. Namun, saat itu kartu ATM miliknya seketika tidak bisa berfungsi. Adkhan curiga kartunya telah ditukar oleh orang yang berusaha membantunya.

"Kartunya saya masukin, pas saya mau cek saldo kartu saya enggak berfungsi. Saya curiga kartu saya ditukar sama orang di belakang saya tadi," kata Adkhan.

"Uang saya hilang 100 juta. Itu uang bukan hasil ojek semua. Itu ada hasil pesangon saya dari perusahaan lama, akhirnya karena itu saya lapor ke polisi," ujarnya.

Kepala Kepolisian Sektor Cikarang Pusat, AKP Somantri membenarkan ada kejadian tersebut. Dia mengatakan Adkhan sudah melayangkan laporan ke polisi pada 28 Januari 2020.


Somantri mengatakan hingga kini aparat kepolisian terus melakukan penyelidikan, namun terkendala pihak bank. Menurutnya pihak bank belum memberikan jawaban apakah mengizinkan sebelum dilakukan penyelidikan.

"Kendalanya itu kami ke bank susah, belum ada jawaban dari bank. Susah," kata Somantri melalui sambungan telepon. (ndn/pmg)

[Gambas:Video CNN]