Ulama Aceh Pertanyakan Edaran Menag soal Salat Tarawih

CNN Indonesia | Selasa, 07/04/2020 15:10 WIB
Ulama Aceh mempertanyakan edaran Menag yang meminta salat tarawih di rumah dan salat Idul Fitri ditiadakan. Ilustrasi salat Idul Fitri berjamaah (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh belum mau mengikuti surat edaran Menteri Agama Fachrul Razi yang berisi peniadaan salat Idul Fitri dan salat tarawih di rumah masing-masing di tengah pandemi virus corona. Ulama Aceh mempertanyakan edaran Fachrul.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk Faisal Ali menilai surat edaran Fachrul itu bertentangan dengan protokol kesehatan yang diterbitkan pemerintah pusat. Misalnya soal menjaga jarak.

"Hal yang dianjurkan oleh Surat Edaran Kemenag tidak sejalan dengan protokol kesehatan. Dalam protokol kesehatan saja juga membolehkan kegiatan seperti itu (keagamaan), tapi harus memperhatikan jarak," ujar Faisal Ali, saat dikonfirmasi, Rabu (7/4).

Ia juga menilai Menteri Agama terlalu terburu-buru dalam mengeluarkan surat edaran dan tidak berkonsultasi dengan Kementerian Kesehatan. Surat edaran itu pun belum disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).


Oleh karena itu, Majelis Ulama Aceh belum mau mengikuti surat edaran yang diterbitkan Fachrul Razi.

"Apabila memenuhi standar kesehatan bagaimana? kenapa kegiatan lain dibolehkan? Saya kira sebelum ada fatwa MUI, ya jangan dikeluarkan surat tersebut," ucapnya.
[Gambas:Video CNN]
Faisal juga meminta Presiden Joko Widodo menertibkan anggota kabinet yang menerbitkan surat edaran ke masyarakat. Terutama yang berpotensi tumpang tindih dengan peraturan yang sebelumnya telah dikeluarkan.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ibadah berjamaah di Aceh sejauh ini sudah mematuhi protokol kesehatan. Posisi tiap jemaah berjarak demi menghindari penularan virus corona.

Namun, ketika Fachrul Razi menerbitkan edaran agar salat Idul Fitri ditiadakan dan tarawih di rumah masing-masing, Faisal menganggap masyarakat akan menjadi bingung. Boleh beribadah berjamaah dengan menjaga jarak atau tidak sama sekali.

"Jadi jangan sampai banyak surat edaran yang dikeluarkan Kementerian yang membuat pemerintah daerah jadi bingung, apalagi masyarakat. Saya kira, Presiden perlu menertibkan itu," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menerbitkan Surat Edaran terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah Pandemi wabah corona (Covid-19).

Surat Edaran yang bernomor 6 tahun 2020 itu salah satu poinnya mengatur mengenai pelaksanaan Salat Tarawih agar dilakukan bersama keluarga inti di rumah masing-masing.

Fachrul turut menginstruksikan agar pelaksanaan Salat Idul Fitri yang biasanya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau di lapangan untuk ditiadakan. Ia pun menunggu penerbitan Fatwa MUI terkait pedoman ibadah Salat Id di tengah wabah corona.

"Silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference," kata dia.
(dra/bmw)

[Gambas:Video CNN]