Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan dari 194 pasien positif tersebut, 42 orang di antaranya telah dinyatakan konversi negatif atau sembuh.
Jumlah itu bertambah dua orang, dari catatan pasien sembuh kemarin yang sebanyak 40 orang. Dua pasien sembuh tersebut berasal dari Malang dan Sidoarjo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, jumlah pasien meninggal juga bertambah dua orang. Keduanya merupakan pasien yang dirawat di Surabaya. Maka total pasien meninggal berjumlah 16 orang, dengan rasio 8,25 persen.
Kemudian, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim juga terus bertambah. Data kemarin menyebut ada 985 pasien, namun saat ini bertambah menjadi 1.083 pasien.
"Kalau dari PDP 1.083, yang masih diawasi 732," kata dia.
Itu artinya sebanyak 351 PDP sudah tidak lagi dalam pengawasan. Sayangnya Khofifah tak mengungkapkannya secara detail.
"Artinya ada 351 PDP yang sudah tidak lagi dalam pengawasan. Artinya tanda-tanda klinisnya sudah tidak ada," kata dia.
Sementara itu orang dalam pemantauan (ODP) jumlahnya juga bertambah signifikan. Dari 10.926 orang pada kemarin, kini menjadi 11.564 orang. Namun, yang masih dalam pantauan 7.837 orang.
"Artinya ada 3.727 yang sudah tidak dalam pantauan. Artinya 3.727 mereka sudah tidak ada lagi tanda klinis yang ditemukan sehingga tidak masuk kategori ODP," pungkasnya. (frd/osc)