Wali Kota Bekasi: Dua Kecamatan Belum Terpapar Virus Corona

CNN Indonesia | Rabu, 08/04/2020 15:18 WIB
Pasien positif virus corona di Kota Bekasi mencapai 70 orang. Dari jumlah itu, 9 orang meninggal dunia, 13 orang sembuh, dan 48 orang masih menjalani perawatan. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyatakan dua kecamatan di wilayahnya masih bebas dari virus corona. (CNNIndonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen mengatakan 2 dari 12 kecamatan di wilayahnya belum terpapar virus corona (Covid-19). Artinya, hingga saat ini belum ada warga yang positif corona di dua kecamatan itu.

"Dua Kecamatan belum zona merah (virus corona), Bantar Gebang dan Pondok Melati," kata Pepen, sapaan akrabnya, saat dihubungi, Rabu (8/4).
Pepen berharap dua wilayah tersebut terbebas dari penyebaran virus corona, yang saat ini sudah mendominasi di wilayah Kota Patriot itu.

Pepen mengklaim pihaknya terus memantau pergerakan dan juga interaksi antarwarga di dua kecamatan itu. Ia ingin mencegah virus corona menjangkit warga di dua kecamatan itu.


"Semoga dan kita berharap, yang ODP dan PDP di dua kecamatan itu tidak sampai positif," ujarnya.
Wali Kota Bekasi: Dua Kecamatan Belum Terpapar Virus CoronaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian
Mengacu pada situs resmi Pemkot Bekasi, sampai Rabu (8/4), setidaknya terdapat 13 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP) dan 4 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Kecamatan Bantar Gebang.

Kemudian terdapat 33 ODP dan 4 PDP di Kecamatan Pondok Melati. Secara keseluruhan, 552 ODP dan 243 PDP tersebar di Kota Bekasi.

Sementara pasien positif virus corona mencapai 70 orang. Dari jumlah itu, 9 orang meninggal dunia, 13 orang sembuh, dan 48 orang lainnya masih menjalani perawatan.

Pemkot Bekasi akan mengajukan proposal untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayahnya. Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Ardhianto mengklaim sudah menyiapkan proposal tersebut.
Tri bilang proposal PSBB akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Setelah proposal dari daerah lain terkumpul, proposal secara kolektif akan diserahkan ke Kementerian Kesehatan. (mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]