Pemeriksaan ribuan sampel itu bisa diterapkan setelah Pemprov Jabar membeli mesin ekstraksi dari Korea Selatan dan 20 ribu reagen atau reaktan. Sebelum ada mesin baru dan reaktan tambahan, Labkesda Jabar hanya mampu memeriksa 140 sampel per hari.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil alias Emil mengatakan peningkatan kapasitas tes Covid-19 menjadi fokus pihaknya untuk memetakan penyebaran dan mempercepat penanggulangan virus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah rapat kerja dengan IPB dan UI karena mereka punya lab sendiri. Jadi sebagian dari 20 ribu itu kami kembangkan untuk pengetesan di wilayah Depok, Bogor, dan sekitarnya," ujar Emil.
"Unswagati Cirebon juga sedang kita dorong untuk punya laboratorium sehingga nanti semua wilayah di Jabar ter-cover dengan baik," katanya.
[Gambas:Video CNN]
Soal sasaran tes, Emil menyebut Labkesda Jabar akan mengecek warga yang terindikasi Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.
"Kami sedang mengetes ulang yang sudah positif [berdasarkan] rapid test, jumlahnya 820 [orang]. Sekarang sedang diantrikan di Labkesda untuk memastikan positif atau negatif. Kalau sudah nanti langsung disampaikan," tuturnya.
Diketahui, Labkesda Jabar sendiri telah mengantongi sertifikat Laboratorium Penguji dan Laboratorium Medik dari Komite Akreditasi Nasional dan sertifikat Bio Safety Laboratory 2 Plus dari World Health Organization (WHO).
Per Kamis (9/4), Jawa Barat memiliki 376 kasus positif Virus Corona. Sebanyak 40 orang di antaranya meninggal, dan 19 orang sembuh.
(hyg/arh)