Satu Pasien Positif Corona dan Bayi PDP Meninggal di Kendari

CNN Indonesia | Sabtu, 11/04/2020 15:13 WIB
Seorang pasien positif terjangkit Covid-19 dan satu bayi pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di Kendari dilaporkan meninggal dunia. Ilustrasi. (Thomas Samson/Pool/AFP)
Kendari, CNN Indonesia -- Seorang pasien positif terjangkit Covid-19 dan satu bayi pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona di Kendari dilaporkan meninggal dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sulawesi Tenggara, La Ode Rabiul Awal, mengatakan bahwa pasien positif corona meninggal pada Sabtu (11/4) pukul 02.00 WITA di RSU Bahteramas.

Pria berusia 35 tahun itu meninggal karena komplikasi penyakit ginjal. Menurut Rabiul, awalnya pasien masuk RS Santaana, di mana ia rutin melakukan cuci darah tiga kali seminggu. Ia juga sempat mengeluh batuk, flu, dan sesak napas.


Rumah sakit itu juga ternyata merawat satu pasien rutin cuci darah berusia 74 tahun yang kini dinyatakan positif corona. Namun, Rabiul belum bisa menyimpulkan kaitan kasus orang yang meninggal ini terinfeksi dari pasien satu lagi atau tidak.
Rabiul menyatakan bahwa pada Senin lalu, Tim Labkesda Dinkes Provinsi Sultra mengambil swab pasien di RS Santaana. Esoknya, swab pasien dikirim ke Laboratorium Makassar.

Pada Jumat sekitar pukul 13.00 WITA, pasien dirujuk ke RSU Bahteramas. Sekitar pukul 17.15 WITA, pasien dimasukkan ke ruang IGD Isolasi Covid.

Di waktu yang sama, pasien tersebut dinyatakan positif Covid berdasarkan hasil swab dari Laboratorium Makassar.

Meski sempat ditangani semalam, pasien meninggal dunia di ruang Isolasi Covid-19 RSU Bahteramas dini hari tadi.
Selain itu, satu bayi berusia 11 bulan yang masuk daftar PDP juga meninggal dunia pada Jumat malam (10/4) sekitar pukul 20.30 WITA.

Bayi tersebut belum dinyatakan positif corona karena sampel swabnya baru diambil sebelum meninggal dunia.

Bayi ini sempat menjalani rapid test dengan hasil negatif. Rabiul mengatakan bahwa bayi itu juga tak ada riwayat kontak atau hubungan langsung dengan pasien positif sebelumnya.

Namun, kondisi bayi makin buruk karena mengalami demam, sesak napas, gangguan kesadaran, dan berdasarkan hasil rongten paru, ia menderita pneumonia berat.

"Secara teori, kalau dewasa atau anak-anak kalau dengan pneumonia berat tanpa penyebab jelas harus masuk kategori covid-19, terlebih Kota Kendari masuk transmisi lokal," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

Sejauh ini, ada 16 kasus virus corona di Sultra. Sebanyak 14 orang tengah dirawat di ruang isolasi, satu dinyatakan sembuh, dan satu orang meninggal dunia.

Selain itu, terdapat 78 orang tanpa gejala (OTG), 427 orang dalam pengawasan (ODP), serta 18 pasien dalam pengawasan (PDP).

La Ode Pandi Sartiman (fnd/has)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK