Anggota DPR Sarankan Polisi Tembak Pelaku Begal Masa Corona

CNN Indonesia | Senin, 20/04/2020 14:58 WIB
Sejumlah tersangka pelaku pencurian motor dengan kekerasaan beserta barang bukti kejahatan mereka diamankan polisi saat gelar kasus di Mapolda Sumatera Utara, Medan, Jumat (6/3). Polda Sumut berhasil menangkap 173 tersangka kejahatan pencurian sepeda motor dengan menyita barang bukti 230 unit sepeda motor, tiga mobil, sejumlah senjata tajam dan dua senjata api jenis revolver yang digunakan saat beraksi. ANTARA FOTO/Septianda Perdana/ss/Spt/15 Ilustrasi kejahatan begal. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta jajaran kepolisian menindak tegas pelaku begal, termasuk opsi tembak di tempat, di tengah kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam mencegah penyebaran virus corona.

Sahroni menyebut kejahatan begal telah mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan kondisi jalan yang sepi karena mayoritas masyarakat tinggal di rumah masing-masing.
Berangkat dari itu, Sahroni meminta jajaran polisi memprioritaskan keamanan masyarakat di tengah situasi penerapan PSBB. Menurutnya, keberadaan pelaku begal sudah sangat meresahkan.

"Saya mendukung sikap kepolisian yang berani menindak tegas para pelaku pembegalan langsung di tempat. Hal ini diperlukan untuk menjamin munculnya rasa aman di masyarakat," kata Sahroni kepada CNNIndonesia.com, Senin (20/4).


Sahroni yakin tindakan tegas terhadap para pelaku begal bakal memberi efek jera kepada orang lain yang berniat untuk melakukan tindak kriminal serupa. Sahroni bahkan berharap polisi bisa mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal berupa tembak di tempat.

"Mereka bawa senjata tajam, terus terkenal sadis dalam melakukan aksinya. (Jadi) kalau perlu tembak di tempat, di tembak saja," katanya.
DPR Sarankan Polisi Tembak Pelaku Begal di Tengah PSBB CoronaFoto: CNNIndonesia/Basith Subastian

Sahroni mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada, terutama jika sedang dalam perjalanan. Dia menegaskan bahwa tindak kriminal seperti begal bisa terjadi di mana saja dan mengancam siapa saja.

"Kalau bisa sih di rumah saja dulu, tapi kalau memang ada keperluan mendesak hingga harus ke luar rumah, mohon untuk selalu waspada," tuturnya.

Sebelumnya, kejahatan begal mulai mewarnai penyelenggaraan PSBB di DKI Jakarta. Aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Timur melepaskan tembakan beberapa kali saat menangkap dua pelaku begal di wilayah Cakung, Jakarta Timur pada Minggu (19/4).

"Diamankan dua orang berinisial FS (19) dan MS (18)," kata Kasatreskrim Polres Jakarta Timur AKBP Heri Purnomo saat dikonfirmasi, Minggu (19/4).

Aksi penangkapan itu terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam video itu, tampak Tim Rajawali Polres Metro Jaktim mengejar dua pelaku yang berboncengan sepeda motor.


Dalam penangkapan itu, anggota polisi sempat melepaskan beberapa tembakan. Sebab, pelaku terus berusaha melarikan diri.

"Kejadian curas [pencurian dengan kekerasan] di Cakung, pelaku ditangkap Tim Rajawali," ujar Heri. (mts/ptr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK