"Total sebanyak 58.722 orang telah menjalani rapid test, 2.313 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 56.409 lainnya dinyatakan negatif," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti dalam keterangan tertulisnya.
Rapid test bukan penentu utama seseorang terinfeksi virus corona atau tidak. Bagi orang yang dinyatakan positif berdasarkan rapid test, masih harus melanjutkan tes dengan metode swab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain rapid test corona, Pemerintah Provinsi Jabar juga melakukan tes swab menggunakan Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada 3.524 orang.
Jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona di Jawa Barat per Senin (20/4) bertambah 51 orang, menjadi total 747 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 di antaranya meninggal dunia dan 56 orang dinyatakan telah sembuh.
Data tersebut berasal dari situs pantau pikobar.jabarprov.go.id.
Pada kategori pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 3.587 orang. Sebanyak 2.031 masih dalam pengawasan dan 1.556 telah selesai pengawasan.
Kota Bandung menjadi wilayah dengan kasus positif terbanyak di Jawa Barat berdasarkan data Pikobar. Ada 140 kasus positif virus corona di kota yang dipimpin Oded M Danial tersebut.
Kasus positif juga banyak terdapat di Kota Depok (130), Kota Bogor (61), Kabupaten Bekasi (52), Kabupaten Bogor (48), Kota Bekasi (48), dan Kota Cimahi (33).
Kemudian Kabupaten Bandung (29), Kabupaten Bandung Barat (23), Kota Sukabumi (21), Kabupaten Subang (14), Kabupaten Karawang (9), Kabupaten Purwakarta (8), Kabupaten Kuningan (5), Kabupaten Sukabumi (5), Kota Tasikmalaya (5), Kabupaten Sumedang (4), Kabupaten Cirebon (3) dan Kabupaten Cirebon (3). (yoa/hyg/wis)