Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan upaya itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi jika terjadi penambahan sejumlah kematian di Kota Bogor terkait covid-19 pada waktu mendatang, khususnya saat Ramadan.
"Kita kan menjelang ramadan kita harus pikirin, kalau kita ikuti protokol covid-19, seseorang yang meninggal karena covid-19 harus dimakamkan dalam waktu empat jam kemudian, tidak bisa lama-lama," kata Dedie saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Langkah antisipasi dilakukan agar tenaga penggali kubur dapat menghemat tenaga dan agar tidak terganggu ibadahnya selama puasa. Pemkot telah menyiapkan bila selama masa puasa tersebut terjadi lonjakan permintaan," tambah dia.
"Sudah kepakai kan 39 makam, terdiri dari 35 di TPU Situ Gede dan 4 di TPU Kayumanis," kata Dedie.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya. (Dok. Istimewa) |
"Nah, yang 35 lubang baru. Alhamdulillah sejauh ini tidak ada penolakan warga, mereka rata-rata mendukung," ujar Dedie.
Ia juga meminta kepada aparat desa hingga kecamatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, agar jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penolakan pemakaman jenazah terkait covid-19.
"Saya minta Camat Bogor dan Lurah Situ Gede terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, menjaga kondusifitas situasi di lapangan,"
Perkembangan kasus covid-19 di Kota Bogor per (20/4) tercatat 66 kasus positif terinfeksi corona, dari angka tersebut 11 orang dinyatakan meninggal dan 6 orang sembuh.
Angka kesembuhan pasien itu salah satunya datang dari Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang dinyatakan negatif covid-19 usai hasil swab test terakhir keluar pada Sabtu (18/4).
Sementara itu data secara nasional, angka kasus Covid-19 per Senin (20/4) mencapai 6.760 kasus, 590 di antaranya dinyatakan meninggal dunia dan 747 dinyatakan sembuh. (khr/pmg)
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim (kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya. (Dok. Istimewa)