Ingatkan Physical Distancing, Pria di Sumbar Tewas Dikeroyok

CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2020 19:09 WIB
A police line is placed in the middle of the crime scene so that the evidence remains safe Ilustrasi kriminal. (iStockphoto/Herwin Bahar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ridwan, pemuda 32 tahun di Bukittinggi, Sumatera Barat, diduga tewas dikeroyok usai memperingatkan sejumlah orang soal tidak berkumpul di masa pandemi virus corona atau menerapkan physical distancing.

Kapolres Bukittinggi, AKBP Iman Pribadi Santoso, menceritakan peristiwa itu terjadi di pinggir Jalan Syech Ibrahm Musa, RT 01 RW 01, tepatnya di depan SMKN 2 Bukittinggi, Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, pada Selasa (21/4) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Ridwan (32) bersama Rizky (23) dan Yoga (19) duduk di balai pemuda setelah mengadakan rapat pemuda. Mereka lalu melihat sekelompok pemuda berjalan. Rizky bertanya kepada para pemuda itu dari mana mereka ramai-ramai dalam masa Covid-19 ini dan mengingatkan untuk tidak berkumpul.


"Salah satu pemuda itu tak terima ditegur dan menyerang Rizky. Ridwan maju membantu temannya, tetapi terjatuh. Pada saat terjatuh itulah tiga pemuda berinisial CM (23), AB (24), dan MA (24) memukul Ridwan dengan kayu serta batu," ujar Iman Pribadi.

"Teman-teman korban kemudian meminta tolong kepada warga sekitar sehingga para pelaku melarikan diri. Ridwan dibawa ke Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi dan dinyatakan meninggal. Teman korban melaporkan kejadian itu ke Polres Bukittinggi pada pukul 04.00 WIB," ucap Iman menambahkan.

Ingatkan Physical Distancing, Pria di Sumbar Tewas Dikeroyok
Setelah mendapatkan laporan, polisi lalu mendatangi tempat perkara terjadi untuk mengumpulkan bukti dan meminta keterangan saksi. Pada pukul 05.30 WIB polisi menangkap ketiga pemuda dan menetapkannya sebagai tersangka.

"Mereka dijerat dengan pasal 170 ayat 2 ke 3e jo pasal 351 ayat 3 dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun," tutur Iman.

Iman mengingatkan masyarakat Bukittinggi bahwa besok, Rabu (22/4), Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan di Sumatera Barat. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun, apalagi sampai mengeroyok orang yang mengingatkan untuk tidak berkumpul atau menerapkan physical distancing.

"Mohon kesadaran masyarakat untuk menahan diri selama masa Covid-19 ini," ujarnya. (adb/ugo)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK