Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kementerian Perhubungan, Wisnu Handoko mengatakan proses pemulangan para ABK Kapal asing dari Australia ini dilakukan selama empat hari yakni sejak 16 hingga 19 April lalu.
Pemulangan dilakukan menggunakan kapal masing-masing tempat para ABK ini bekerja, yakni untuk Kapal MV Voyager Of The Seas sebanyak yang mengangkut 231 ABK, Kapal MV Azamara Journey sebanyak 51 orang ABK, Kapal MV Spectrum of The Seas sebanyak 208 orang ABK, dan Kapal MV Ovation Of The Seas sebanyak 320 ABK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wisnu mengatakan selama proses pemulangan pengamanan juga diperketat di area sektor darat. Bahkan pengamanan juga dilakukan hingga pengangkutan oleh Tim Kesehatan dan evakuasi para ABK yang terindikasi positif Covid-19.
Insert Artikel - Waspada Virus Corona. (CNN Indonesia/Fajrian) |
Hanya saja dia memastikan semua ABK yang dipulangkan ini telah melakukan tes kesehatan di atas kapal pesiar sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan di Indonesia.
"Sebelum turun di Pelabuhan Benoa, seluruh ABK yang merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilakukan proses pemeriksaan sesuai protokol kesehatan Covid-19 di atas kapal. Pemeriksaan ini sama seperti diterapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Bali kepada para PMI yang tiba di Bandara Ngurah Rai," katanya.
Lebih lanjut, Wisnu juga menjelaskan 810 ABK Kapal Pesiar yang dipulangkan dari Australia ini merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
"Misalnya ada yang memang berdomisili di Bali, tetapi kebanyakan juga berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, NTB, dan Sulawesi Selatan," katanya. (tst/pmg)
