Politikus PKS Sebut Jokowi Parah soal Mudik-Pulang Kampung

CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2020 14:26 WIB
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera di acara diskusi Polemik “Utak Atik Manuver Elit”, Jakarta, 27 Juli 2019 Politikus PKS Mardani Ali Sera. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menganggap aktivitas mudik dan pulang kampung berbeda. Ia menilai pernyataan Jokowi tersebut parah.

"Ini parah. Semestinya tegas keduanya adalah sama dan dilarang," kata Mardani lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (23/4).

Mardani menyatakan pemahaman soal mudik dan pulang kampung sebagai hal yang sama di tengah pandemi virus corona diperlukan agar lahir kekompakan dalam mengambil sikap dan membuat program.


Mardani berpendapat, pernyataan Jokowi yang membedakan definisi mudik dan pulang kampung akan membuat implementasi kebijakan tak berjalan seragam dan solid.

"Jika dipucuk ada ketidakjelasan maka sulit diharapkan di bawah dapat dilaksanakan dengan seragam dan solid," ujar Ketua DPP PKS itu.

Lebih jauh, Mardani mengatakan sikap Jokowi yang membedakan mudik dan pulang kampung merupakan hal yang lucu. Menurutnya, aktivitas mudik atau pulang kampung yang dilakukan masyarakat memiliki peluang sama dalam penyebaran virus corona.

Ia berkata kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang sudah diterapkan di sejumlah wilayah pun akan menjadi sia-sia bila pemerintah masih membiarkan masyarakat pulang kampung.

"Sedikit atau banyak sama bahayanya. Kita tidak tagu siapa yang membawa penyakit. Satu orang pemudik bisa jadi super carrier virus bagi kampung halamannya. PSBB akan sia-sia jika hal tersebut sampai terjadi," katanya.

Sebelumnya, Jokowi mengatakan pergerakan masyarakat yang keluar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebelum ada pelarangan mudik adalah kegiatan pulang kampung.

Hal itu Jokowi sampaikan ketika ditanya jurnalis Najwa Shihab soal jutaan masyarakat yang berbondong-bondong mudik sebelum keluar pelarangan, di acara Mata Najwa, di Trans 7, dalam wawancara ekslusif di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4).

"Kalau itu bukan mudik, itu pulang kampung. Yang bekerja di Jabodetabek, di sini, tidak ada pekerjaan, mereka pulang," jawab Jokowi.

"Apa bedanya?" tanya Najwa.

"Kalau mudik itu di hari lebarannya. Kalau pulang kampung itu bekerja di Jakarta pulang ke kampung," jelas Jokowi.

Jokowi sendiri baru memutuskan larangan mudik di tengah pandemi virus corona pada Selasa 21 April lalu. Pelarangan mudik akan mulai resmi diberlakukan pada Jumat (23/4) dini hari. (mts/fra)

[Gambas:Video CNN]