2.000 Rumah di Pidie Jaya Aceh Terendam Banjir

CNN Indonesia | Rabu, 29/04/2020 14:08 WIB
Warga berjalan melintasi banjir di depan sebuah masjid akibat luapan Sungai Teunom di Blang Baro, Aceh Jaya, Aceh, Selasa (16/10/2018). Luapan air Sungai Teunom dan tiga sungai lainnya mengakibatkan tujuh kecamatan digenangi banjir hingga ketingggian 1,5 meter di Kabupaten Aceh Jaya. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/wsj. Warga berjalan melintasi banjir di depan sebuah masjid akibat luapan Sungai Teunom di Blang Baro, Aceh Jaya, Aceh, Selasa (16/10/2018). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan lebih dari 2.000 rumah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, terendam banjir pada Selasa (28/4).

"Banjir merendam kurang lebih 2.000 rumah dan berdampak pada 2.000 kepala keluarga di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh pada Selasa pukul 20.00 WIB," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo melalui keterangan pers, Rabu (29/4).


Agus mengatakan banjir terpantau dengan tinggi muka air mencapai 80 sampai 120 sentimeter. Hingga pukul 07.00 WIB hari ini, banjir masih menggenangi rumah warga setinggi 50 sentimeter.


Faktor terjadinya genangan air dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut.

Setidaknya ada delapan permukiman masyarakat adat Aceh (gampong) di dua kecamatan yang terdampak banjir. Wilayah gampong tersebut meliputi Gampong Mns Mancang, Gampong Pante Beureune, Gampong Blang Cut, dan Gampong Dayah Husen, Gampong Dayah Kruet dan Gampong Beuringen di Kecamatan Meurah Dua.

Selanjutnya Gampong Mesjid Tuha dan Gampong Mns Lhok di Kecamatan Meureudu. Banjir juga merendam lima bangunan musala dan tiga sekolah.


Foto Ilustrasi BNPB pada (02/01/2018). (CNN Indonesia/ Harvey Darian)Kantor BNPB di Jakarta.(CNN Indonesia/ Harvey Darian)
Agus mengatakan belum ada laporan korban jiwa atas kejadian banjir tersebut. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pidie Jaya juga telah menyalurkan 2.000 nasi bungkus kepada warga yang terdampak.

Banjir juga didapati di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Banjir terjadi di empat kelurahan di Kecamatan Teweh Tengah dan Lahei dengan ketinggian muka air 15 hingga 135 sentimeter.

Air mulai menggenang sejak pagi ini pukul 08.00 di Kelurahan Lahei I dan Lahei II, Kecamatan Lahei. Juga di Kelurahan Jingah dan Jambul, Kecamatan Teweh Tengah.

"Banjir ini dipicu salah satunya curah hujan dengan intensitas tinggi. Banjir terpantau karena limpasan air dari wilayah Kabupaten Murung Raya," ujar Agus.

Ia mengatakan hingga pukul 10.000 waktu setempat, genangan masih terjadi dan cuaca setempat terpantau berawan.


BPBD Kabupaten Barito Utara masih mendata jumlah korban yang terdampak. Korban yang terdampak kebanyakan mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga. (fey/pmg)

[Gambas:Video CNN]