Apalagi kata Khofifah, tiga kabupaten kota di Jatim yang tergabung dalam wilayah Surabaya Raya, yakni Surabaya, Gresik dan Sidoarjo tengah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Surabaya Raya tengah melaksanakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sebaiknya tidak turun ke jalan karena risiko penularan Covid-19 sangat besar," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khofifah berharap peringatan May Day besok, dapat dimaknai sebagai bentuk solidaritas bersama seluruh buruh Indonesia dalam menyikapi Covid-19 yang turut melemahkan perekonomian negara. Menurutnya, tak ada dikotomi pengusaha maupun pekerja, karena semua ikut terdampak.
Kelompok buruh saat menggelar demonstrasi di Jakarta. (CNN Indonesia/ Andry Novelino) |
"Substansinya dapat, keamanan dan kesehatan para buruh pun relatif lebih terjaga, suasana pun tetap kondusif," ujarnya.
Mantan Menteri Sosial RI ini juga tetap akan ikhtiar mengawal seluruh aspirasi buruh di Jatim serta mencari solusi dari seluruh persoalan ketenagakerjaan. Khususnya terkait isu PHK atau tenaga kerja yang dirumahkan di tengah situasi darurat covid-19.
Salah satu kelompok buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan tak akan turun ke jalan pada peringatan Hari Buruh 2020.
Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan sebagai gantinya, para buruh akan melakukan kegiatan seperti bakti sosial, penggalangan dana untuk membantu buruh yang terdampak corona, hingga kampanye di media sosial.
Salah satu tema yang diangkat di media sosial adalah penolakan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Draf RUU yang sudah terlanjur masuk di DPR, menurutnya, tak usah dibahas lagi dan seharusnya dihentikan sama sekali. (frd/pmg)
Kelompok buruh saat menggelar demonstrasi di Jakarta. (CNN Indonesia/ Andry Novelino)