Operasi Ketupat Jaya Putar Balikkan Hampir 10 Ribu Kendaraan

CNN Indonesia | Minggu, 03/05/2020 14:10 WIB
Petugas kepolisian mengecek kendaraan yang melintas di Jalan Tol dari arah Jakarta menuju Cikampek, Jumat (24/6) di Posko Check Point di Gerbang Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Para pengemudi kendaraan yang tidak berkepentingan atau ketahuan hendak mudik diarahkan langsung untun masuk ke Gerbang Tol Cikarang Barat untuk memutat balik kembali ke Jakarta Petugas kepolisian mengecek kendaraan yang melintas di jalan tol dari arah Jakarta menuju Cikampek di posko gerbang Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. (CNN Indonesia/ Damar Iradat)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya memaksa putar balik ribuan kendaraan selama sembilan hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Jumat (24/4) sampai Sabtu (2/5).

Salah satu fokus Operasi Ketupat tahun ini yakni menegakkan kebijakan larangan mudik oleh pemerintah demi memutus penyebaran virus corona (Covid-19).


Ribuan kendaraan yang dipaksa putar balik petugas dihimpun dari tiga titik penyekatan yakni pintu tol Cikarang Barat, Bekasi, pintu tol Bitung, Tangerang, dan dan sejumlah titik di jalan arteri.


"Total ada 9.642 kendaraan yang kita putar balikkan," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo lewat keterangan tertulis kepada CNNIndonesia.com, Minggu (3/5).

Kendaraan paling banyak dihentikan di pintu tol Cikarang Barat, yakni sejumlah 3.893 kendaraan. Rinciannya, 2.432 kendaraan pribadi, dan 1.461 merupakan kendaraan umum.

Di pintu tol Bitung petugas memaksa 3.012 kendaraan putar balik. Sebanyak 1.828 di antaranya kendaraan pribadi dan 1.184 lainnya kendaraan umum.

Sementara itu, di titik jalan arteri, petugas memaksa 2.737 kendaraan putar balik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.030 di antaranya sepeda motor, 948 kendaraan pribadi, dan 759 kendaraan umum.


Pemerintah sebelumnya memutuskan melarang mudik lebaran 2020 di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Larangan mudik lebaran tahun ini berlaku mulai Jumat (24/4) hingga (31/5).

Pelarangan mudik ini bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Keputusan tersebut diambil Presiden Joko Widodo usai pemerintah melakukan sejumlah kajian dan pendalaman langsung di lapangan. (dmi/nva)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK