"Terkait dampak pandemi Covid-19 yang menurunkan daya beli masyarakat, Pemprov DKI sudah menyiapkan bentuk relaksasi terkait keringanan pembayaran retribusi sewa bagi warga rusun," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (3/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terhadap warga rusun yang belum bisa bayar/menunggak dipastikan tidak akan ada pengusiran," jelasnya.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Ia mengaku telah banyak mendapat keluhan dari warga yang sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar sewa rusun, akibat pancemi Corona.
Penyiapan GOR
Sarjoko juga mengakui telah menyiapkan sejumlah GOR di Jakarta untuk menjadi tempat penampungan sementara bagi warga yang terusir dari kontrakan karena tidak mampu membayar uang sewa.
GOR tersebut, kata dia, juga difungsikan untuk menampung para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Jakarta.
Saat ini diketahui ada lima GOR di Jakarta yang disiapkan Pemprov DKI untuk menampung para PMKS, yakni GOR Cengkareng, GOR Tanjung Priok, GOR Karet Tengsin, GOR Pasar Minggu, dan GOR Ciracas.
[Gambas:Video CNN]
Kendati begitu, menurut Sarjoko, besar kemungkinan akan ada fasilitas atau gedung lain yang digunakan untuk menampung para PMKS atau warga yang terlantar karena terusir dari kontrakan.
"Prinsipnya sesuai kebutuhan di lapangan," ujarnya.
(dmi/arh)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi